Pedagang bawang putih di Samarinda. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kelangkaan bawang putih di sejumlah daerah di Indonesia, tidak terjadi di Samarinda. Ketersediaan salah satu bumbu dapur itu sampai saat ini masih aman. Meski memang harga merangkak naik.

Per karung ukuran 20 kilogram, harga biasa komoditi bernama latin Allium sativum ini dibanderol Rp550 ribu. Namun, mendekati Imlek di pertengahan Januari 2020 lalu, harga melonjak mencapai Rp 850 ribu untuk ukuran yang sama.

“Beberapa kali memang mengalami kenaikan. Mungkin dipengaruhi karena hari besar Imlek. Memang, biasanya kalau hari besar seperti itu, pasti harga bawang putih langsung naik,” kata salah seorang pedagang bawang putih, Nunung, Rabu (12/2).

Menurut Nunung, saat ini harga bawang putih berangsur normal. Per karung 20 kilogram, saat ini dibanderol Rp 750 ribu. “Tapi sekarang sudah kembali turun. Walaupun masih perlahan,” imbuh Nunung.

Hal lain diungkapkan salah satu pedagang bawang Pasar Segiri Samarinda, Yunus. Pasca maraknya perbincangan masyarakat mengenai penyebaran virus Corona, harga bawang putih di pasaran mendadak naik.

“Memang harga langsung melonjak naik sejak isu virus Corona ini. Biasanya per kilo dijual dengan harga Rp27 ribu, jadi naik hingga Rp60 ribu per kilogramnya,” sebut dia.

Kendati demikian, dia tidak tahu pasti kebenaran atas isu tersebut. “Katanya sih bawang putih ini dapat mencegah terkena virus Corona. Tapi saya belum tahu kebenarannya. Hanya saja, sempat naik. Sekarang, sudah kembali turun,” kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Andi Muhammad Ishak menepis kebenaran hal itu. Dia mengatakan, tidak ada hubungannya virus Corona dengan bawang putih.

Namun demikian, bawang putih memang dikenal dalam dunia kesehatan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. “Kalau bawang putih ini kan sebagai antioksidan. Yang mencegah masuknya virus,” sebut Ishak.

“Untuk obatnya sendiri ini pun masih sedang dicari. Jadi, bawang putih ini sifatnya hanya pencegahan. Itu pun untuk meningkatkan daya tahan tubuh saja. Bukan penangkal virus Corona,” jelas Andi.

Terkait Novel Coronavirus tersebut, kebersihan menjadi kunci pencegahan. Jadi, lanjut Ishak, masyarakat tetap harus menjaga kesehatan dan kebersihan, agar tidak mudah terjangkit virus apapun.

“Semuanya kalau tidak menjaga kebersihan kan, pasti gampang terjangkit penyakit,” tutup dia. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *