Dikabarkan Tewas Tertembak, Pria di Kutai Kartanegara Lapor Polisi

Ahmad Mujahid (33) saat dihadirkan di Mapolres Kutai Kartanegara, Jumat (11/12). (Foto : Niaga Asia)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Ahmad Mujahid (33), warga yang tinggal di Kutai Kartanegara, melapor ke Polres Kutai Kartanegara. Dia terkejut, fotonya viral setelah dinarasikan sebagai salah satu korban tewas dari 6 laskar FPI, usai baku tembak dengan polisi beberapa waktu lalu.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Irwan Masulin Ginting dalam penjelasan resmi di kantornya, menyebut Ahmad Mujahid adalah saksi korban, karena fotonya telah diedit orang lain.

Dijelaskan Irwan, sebaran foto Mujahid, berawal dari foto selfie dirinya, yang dikirim ke teman chat, di WhatsApp Messenger. Foto yang sama, berselang sehari kemudian, dikirim Mujahid ke grup WhatsApp ‘Pencinta dan Pembela Ulama’.

“Sehari kemudian, 8 Desember, Mujahid kaget fotonya viral, dengan narasi jenazah laskar FPI tersenyum saat meninggal,” kata Irwan, kepada wartawan, Jumat (11/12) sore.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Irwan Masulin Ginting bersama Ahmad Mujahid (33). (Foto : Niaga Asia)

Mujahid terkejut, dan dia pun membuat video klarifikasi untuk menjelaskan duduk perkara foto itu. “Dia (Ahmad Mujahid ini adalah saksi korban. Dia tidak tahu, siapa yang mengedit, dan membuatnya viral,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, Bareskrim Polri turun tangan menyelidiki foto itu. “Pelaku edit foto ini sudah ditangani Bareskrim, kita koordinasi dengan Bareskrim,” tambah Irwan.

Mujahid sendiri, kesehariannya sebagai marbot, dan juga guru mengaji. Dia dihadirkan saat konferensi pers, dan menjelaskan soal sebaran foto itu.

“Saya lagi tidur senyum, saya share ke grup WhatsApp. Tidak ada maksud apapun saya bagi foto selfie saya ke grup. Itu gurauan saja,” kata Mujahid.

Tangkapan layar sebagai bukti kepolisian (Foto : Niaga Asia)

Mujahid tidak menyangka fotonya jadi heboh, lantaran menilai dia jadi korban tewas. “Itu foto gurauan saja, tidak menyangka jadi begini. Ini memang foto saya sendiri. Seolah saya sudah meninggal, padahal saya masih hidup,” ungkap Mujahid.

“Saya tidak tahu siapa yang membuat foto saya jadi begitu, dan viral. Mudah-mudahan nanti, kalau sudah tahu yang mengedit foto saya, bisa menjelaskan apa maksudnya,” pungkas Mujahid.

Dari salinan materi konferensi pers yang diterima Niaga Asia, pada tangkapan layar akun medsos yang menampilkan foto Mujahid, tidak menerakan atau menuliskan dia korban tembak dari laskar FPI. Penulisan jenazah laskar FPI ada di tangkapan layar dari pemberitaan. Kedua tangkapan layar itu jadi bukti kepolisian. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *