Abdul Latif, warga Sungai Nyamuk Sebatik ditemukan tewas terbakar di lahan kebunnya sendiri.(Foto Damkar Nunukan/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Diduga sesak napas hingga pingsan, Abdul Latif (55), warga di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahannya sendiri  di Jalan Bhakti Praja RT 04 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur.

“Korban kehabisan napas dan terdesak dalam kobaran api pada, tanggal 25 Pebruari 2020,” kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (DMK) Nunukan Firnanda.

Korban meninggal dunia, Abdul Latif tercatat  tinggal di Jalan Perkuburan RT.09 Desa Sungai Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur,  yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Kebakaran lahannya bermula pukul 12:30 Wita hingga pukul 15:00 Wita

Lokasi kebakaran lahan yang ditumbuhi sawit, kakao dan pisang  seluas 3 hektar adalah milik Sutar dan Abdul Latif seluas 2 hektar. Korban meninggal ditemukan diantara pohon pisang dengan posisi terkelungkup.

“Korban ditemukan diantara posong pisang, pakaian korban hangus terbakar dan sebagian badannya mengalami luka bakar,” sebutnya.

Dalam kegiatan pemadaman api, Damkar Sebatik menurunkan armada unit 01 PTO dan mobil ditambah bantuan dari operasional kepolisian sektor Sei Nyamuk sebanyak 5 orang, Koramil Babinsa 1 orang dan warga masyarakat setempat.

Kontur lahan kebakaran yang berbukit menyulitkan petugas mempercepat proses pemadaman, situasi ini pula kemungkinan yang membuat korban kebakaran terjebak dan sulit keluar dari kobaran api yang cukup besar.

“Informasi masyarakat, korban terjatuh dan tersungkur saat hendak menghindari kobakaran api besar,’ tambahnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *