
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur mengklarifikasi kabar beredar di media sosial X (sebelumnya twitter) dan di media online, mengenai mengenai permintaan sumbangan kepada perusahaan tambang untuk membantu mendanai program pembagian takjil gratis Pemprov Kaltim kepada masyarakat.
Klarifikasi ini dikeluarkan guna meluruskan persepsi publik terhadap surat resmi dinas
nomor 500.1.3.1/115/DESDM-I/2026 tertanggal 3 Maret 2026 terkait kegiatan tersebut yang sempat tersebar luas di jagat maya.
Di surat itu, tertulis pihak dinas mengundang Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Minerba Kaltim untuk bersinergi dalam program berbagi takjil. Rencananya, kegiatan itu dilaksanakan hari Rabu 11 Maret 2026 nanti.
Program berbagi takjil gratis untuk masyarakat Kaltim berpusat di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda itu dilaksanakan selama 30 hari penuh, dengan melibatkan seluruh OPD dilingkungan Pemprov Kaltim untuk bergantian menyediakan ribuan takjil setiap harinya bagi masyarakat Kaltim.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menegaskan pihaknya tidak meminta dana kepada perusahaan tambang yang beroperasi di Kaltim melalui Forum PPM Minerba, melainkan hanya mengajak kolaborasi karena forum tersebut memiliki program rutin tahunan yang sama, namun pengelolaannya tetap berbeda.
“Pengelolaannya berbeda. Takjil yang dari Dinas ESDM Kaltim mengelola sendiri dan takjil forum ppm minerba juga pengelolaannya sendiri. Jadi tidak ada kami meminta (sumbangan dana) untuk berbagi takjil ke forum PPM Minerba,” kata Bambang di kantornya, Jalan MT Haryono, Samarinda, Minggu 8 Maret 2026.
Bambang merinci, Dinas ESDM menyiapkan 1.000 paket takjil dari sumbangan internal pegawai dinas. Sementara itu, Forum PPM Minerba menyiapkan 1.100 paket takjil.
Kolaborasi ini dilakukan semata-mata agar jumlah takjil yang tersedia lebih banyak, yakni total 2.100 paket, guna mengantisipasi tingginya animo masyarakat.
“Jadi tidak benar ya berita yang beredar bahwa kegiatan berbagi takjil (OPD ESDM Kaltim) dibiayai perusahaan tambang. Kita hanya mengajak untuk bersama-sama yang disinergikan waktu dan tempatnya, tapi pembiayaannya berbeda,” jelas Bambang.
Sementara, Ketua Forum PPM Minerba Kaltim, Muslim Gunawan, menjelaskan bahwa dana untuk pembagian 1.100 paket takjil pada 11 Maret 2026 mendatang, berasal dari sumbangan 12 perusahaan tambang di Kaltim dengan besaran yang tidak ditentukan.
Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi momentum menebar kebaikan dan mempererat kebersamaan di bulan suci.
“Setiap tahun perusahaan itu memiliki program Ramadan, ada berbagi takjil hingga sembako untuk fakir miskin. Dan yang bersinergi dengan dinas baru pertama kali ini,” katanya.
Muslim memastikan tidak ada aliran dana dari perusahaan tambang kepada pihak OPD. Seluruh biaya dikelola secara mandiri oleh masing-masing pihak.
“OPD menggunakan dana sendiri dan forum PPM Minerba sendiri. Cuman memang kita bersama-sama (membagikannya), karena animo masyarakat (yang mengantre takjil) banyak,” demikian Muslim.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Dinas ESDM KaltimPemprov Kaltim