aa

Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie bersama peserta lomba bercerita tingkat SD/MI se-Kaltara , Selasa (13/8). (Foto Infopubdok Kaltara)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar lomab bercerita tingkat SD/MI (Sekolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah) Tingkat Provinsi Kaltara tahun 2019. Lomba yang diikuti puluhan pelajar ini dilangsungkan di Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara dan dibuka Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie, Selasa (13/8).

Gubernur dalam kata sambutan sebelum lomba digelar mengungkapkan,

menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan lomba bercerita, karena ini bagian dari upaya membangun dan membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini. Bahkan tak hanya dari SD, tapi mulai dari bayi. Dari hal yang bersifat fisik, spiritual juga.

“Bercerita sebenarnya merupakan budaya baik, yang perlu dikembangkan. Di negara maju, orangtua selalu bercerita kepada anaknya sebelumnya tidur. Dampaknya, anak-anak tersebut dapat segera mandiri, dan jauh lebih dewasa dalam berpikir maupun bertindak,” kata gubernur.

Melalui lomba bercerita, juga mendorong dan membangun kesadaran baru dalam mendidik anak kita agar hidup lebih baik. Tentunya, lewat metode yang ilmiah dan terstruktur. Dari itu, lomba  jangan hanya sekedar lomba bercerita, tapi juga lomba mengarang puisi atau sastra. Sebab, sastra itu memperhalus budi pekerti kita.

“Lomba ini juga menjadi basis kita untuk banyak membaca, karena kita membangun budaya literasi. Membaca itu faktor penting untuk membangun dan memahami berbagai pemahaman yang kompleks di sekitar kehidupan saat ini,” ungkap gubernur.

Rajin membaca itu sangat penting. Membaca itu sumber ilmu pengetahuan, dengan membaca kita mengetahui kehidupan masyarakat di dunia berbeda. Yang malas membaca, saat dewasa pasti akan terlihat kualitasnya dengan yang suka membaca. “Modal saya hingga sampai seperti saat ini, adalah membaca dan menulis. Sukses itu, dimulai dari kemampuan membaca dan menulis,” kata gubernur memotivasi peserta lomba. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *