aa
Bendungan Merancang. (Foto Rita Amelia/Niaga.Asia)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Bendungan Merancang yang terletak antara Kampung Merancang dengan Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur layak dijadikan sebagai objek wisata. Bahkan, untuk keperluan itu Pemkab Berau juga sudah meminta agar area di sekitar bendungan bisa dipercantik lagi.

“Kalau Pemkab sudah mengatakan maka kami dari DPUPR Berau akan selalu siap. Dan nanti akan dibicarakan bersama bagaimana sebaiknya penataan area sekitar bendungan, agar dapat menjadi tempat wisata. Pihak DPUPR juga  berkoordinasi intens dengan instansi teknis yakni Balai Sungai Wilayah III Kalimantan untuk hal ini,” jelas Kepala Dinas PUPR Berau, Andi Marewangeng pada Selasa (17/12).

Selama ini, bendungan Merancang memang tak hanya menjadi tempat penampungan air semata. Masyarakat sekitar juga sering memancing di sekitar area bendungan. Terkadang juga dikunjungi masyarakat ketika musim liburan tiba, terutama bagi warga tiga kampung sekitar. Karena maklumlah, di sekitar minim sekali tempat rekreasi.

“Kalau perlu di sekitarnya ditanami pohon rindang agar bisa dipakai berteduh para pemancing. Bisa juga dibuatkan tempat duduk atau tempat bersantai dan tempat berfoto di spot tertentu. Ini potensi yang bisa dimaksimalkan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau. Dan agar tetap terjaga keasrian sekitar, bisa nanti diperkuat dengan Perbup atau Pergub agar tidak ada penjarahan di sekitar bendungan,” tegas Sekda Berau, M Gazali.

Awalnya, bendungan  Merancang  dibangun untuk irigasi persawahan bagi petani ditiga kampung terdekat yakni, Kampung Merancang Ulu, Merangcang Ilir, dan Kampung Melati Jaya. Namun, seiring berjalannya waktu, bendungan tersebut juga dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat untuk budidaya ikan (keramba). Selain itu, juga sebagai sumber air untuk kebutuhan warga di tiga kampung tersebut.

Untuk sampai ke bendungan yang rampung dibangun pada tahun 2011 tersebut hanya membutuhkan waktu tempuh satu jam lebih dari Tanjung Redeb menggunakan sepeda motor, berada di jalan poros dari Tanjung Redeb sebagai ibukota Kabupaten Berau menuju Kampung Tanjung Batu, yang menjadi pintu gerbang menuju kawasan objek wisata Kepulauan Derawan. (008)

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *