Tim BPBD Kota Samarinda berbaju hazmat saat menjemput jenazah pasien kasus Covid-19 di RSUD AW Sjachranie, Kamis (20/8). (Foto : istimewa/Satgas Covid-19)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kota Samarinda mencatatkan 1.453 kasus positif Corona, per Sabtu (12/9) kemarin. Dimana, 405 kasus berstatus perawatan, dan 55 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Dinkes Samarinda menyebut, kini kapasitas perawatan pasien Covid-19 di Samarinda, hampir penuh. Tenaga medis pun juga mulai dilanda kejenuhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih menjelaskan, semua rumah sakit, memiliki otoritas masing-masing, dan dilarang menolak pasien rujukan.

“Tapi sekarang, kapasitas untuk merawat pasien Covid-19 hampir penuh. Itu yang membuat akhirnya semua pasien berkategori berat, harus ngantri,” kata Ismed, dikonfirmasi Niaga Asia, Minggu (13/9).

Ismed menerangkan, RS Karantina Covid-19 di Bapelkes Kaltim, yang dimiliki atau berada di bawah Dinkes Samarinda, hanya merawat pasien-pasien dengan gejala Covid-19 ringan ataupun sedang.

“Sekarang, rumah sakit rujukan seperti RSUD AW Sjachranie milik Pemprov Kaltim, dan RSUD IA Moeis milik Pemkot, lagi menambah kapasitas ruang isolasi,” ujar Ismed.

Dijelaskan Ismed, untuk rumah sakit lain di Samarinda, kapasitasnya juga sangat terbatas. “Jadi mohon maaf, Dinkes kewenangan hanya sampai koordinasi. Rumah sakit punyai otoritas penuh melalui dokter spesialis/DPJP untuk menerima dan merawat pasien,” terang Ismed.

Plt Kadinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih diwawancarai Selasa (4/8). (Foto : Niaga Asia)

“Sebulan ini, pasien-pasien dengan gejala Covid 19 berat, kasusnya tinggi. Padahal, testing dan tracking kita sangat jalan. Sehari, 300-an kami melalukan swab. Sehingga ada penambahan kasus terkonfirmasi, dan bisa kita rawat isolasi mandiri, atau rawat di RS Karantina,” jelas Ismed.

Kendati demikian, lanjut Ismed, yang menjadi masalah tidak sedikit pasien yang datang langsung ke IGD rumah sakit rujukan, dengan gejala Covid-19 berat,” ungkap Ismed.

Masih disampaikan Ismed, 90 persen dari kematian pasien Covid-19 di Samarinda, hampir semua masuk UGD dengan probable berat. Rata-rata, bergejala pneumonia bilateeal, sesak nafas, dan saturasi sudah di bawah 90 persen. “Dan memiliki Comorbid,” terang Ismed.

Ismed mencontohkan, pagi ini tadi misalnya, 3 kasus kematian, semua tergolong bergejala berat. “Semua pneumonia bilateral, sesak , saturasi di bawah 90%, dan semua punya comorbid,” jelasnya lagi.

Penjelasan Ismed di atas, merespons perihal adanya pasien positif Covid-19, di Samarinda, yang sempat kebingungan tak kunjung dijemput tim medis, untuk dirujuk ke rumah sakit. Meski akhirnya, pasien itu berhasil dibawa ke rumah sakit.

Tenaga Medis Mulai Kelelahan

Masih dijelaskan Ismed, berdasarkan penjelasan dua RSUD AW Sjachranie dan RSUD IA Moeis yang dia peroleh, tenaga medis di kedua rumah sakit itu mulai dilanda kelelahan.”Bahwa sekarang, banyak masuk UGD tanpa rujukan, dengan gejala Covid-19 tergolong berat,” ungkap Ismed lagi.

“Angka kematian kita 55 dari kasus konfirmasi 1.453 kasus, dan masih di bawah nasional 5%. Tapi memang mengkhawatirkan. Karena kalau ditambahkan (pasien meninggal) berstatus probable, sudah mendekati 5%,” pungkas Ismed. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *