Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA,ASIA-Dinas Kesehatan Kota Samarinda merekomendasikan pada fase pertama relaksasi COVID-19 di Kota Samarinda pada tanggal 1 Juni 2020 OPD (Organisasi Perangkat daerah) pelayanan publik, tempat peribadatan, dan tempat-tempat umum dan taman, tempat-tempat hiburan, perbelanjaan, rumah makan, pasar malam dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan.

Dalam salinan suratnya yang diperoleh Niaga.Asia, Rabu (27/5/2020) sore, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih merekomendasikan dalam suratnya Nomor:443/2197/100.02 tanggal 26 Mei 2020 yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Samarinda/Walikota Samarinda.

Sedangkan dasar rekomendasinya itu, kata Ismed,  hasil analisa epidemilogi, Dinas Kesehatan Kota Samarinda menyimpulkan bahwa situasi epidemilogi COVID-19 di Kota Samarinda memasuki fase penyembuhan/recovery.

Menurutnya, fase relaksasi pencegahan/pengendalian COVID-19 di Samarinda tetap mengacu kepada Keputusan Menkes No HK.01.07-Menkes-328-2020 tentang Panduan Pencegahan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi dan SE Menkes No HK.02.01/MENKES/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan COVID-19 di Tempat Kerja Sektor jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam mendukung Keberlangsungan Usaha.

Lengkapnya, dalam rekomendasinya itu, Dinkes Samarinda membagi fase relaksasi menjadi tiga fase.

Fase Pertama 1 Juni 2020:

OPD (Organisasi Perangkat daerah) pelayanan publik dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan dan seluruh ASN dan warga masyarakat wajib memakai masker.

“OPD dilarang melakukan kegiatan pertemuan yang melibatkan lebih dari 20 orang dalam satu ruangan tertutup dan 40 orang dalam ruangan terbuka, dengan seluruh peserta memakai masker,” ucapnya.

Tempat peribadatan dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan peribadatan.

Tempat-tempat umum dan taman, tempat-tempat hiburan, perbelanjaan, rumah makan, pasar malam dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan.

Fase Kedua 15 Juni 2020:

Pada fase kedua ini, Ismed menjelaskan OPD (Organisasi Perangkat daerah) selain pelayanan publik dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan dan seluruh ASN dan warga masyarakat wajib memakai masker.

“OPD dilarang melakukan kegiatan pertemuan yang melibatkan lebih dari 20 orang dalam satu ruangan tertutup dan 40 orang dalam ruangan terbuka, dengan seluruh peserta memakai masker,” ucapnya.

Tempat-tempat pariwisata  dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat melanjutkan kembali proses Pilkada sesuai peraturan perundang-undangan, dan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan.

Tempat-tempat pariwisata  dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan.

Pase Ketiga 1 Juli 2020:

Pada fase ketiga ini, Dinkes Samarinda merekomendasikan sekolah sudah dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan. Seluruh warga sekolah wajib memakai masker.

Status Tanggap Darurat COVID-19 Kota Samarinda masih diberlakukan, sehingga peran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tetap diharapkan berjalan optimal, dan Dinkes akan tetap melakukan kegiatan deteksi berupa pelaporan hotline 112, kontak tracing, rapid test dan tes swab secara massal dan terstruktur sebagai bagian dari deteksi dini pencegahan COVID-19.

“Rekomendasi ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti analisa epidemilogi,” tegas Ismed memberi catatan di akhir rekoemndasinya. (001)

Tag:

1 komentar “Dinkes Samarinda Rekomendasikan 1 Juni Tempat Ibadah dan Umum Dibuka Kembali

  1. Kalau kantor KUA segera dibuka juga banyak warga yang mau menikah dan terdaftar dipemerintahan.resepsinya belakangan yang pnting nikah diKUA dulu🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *