Adji Suwignyo (kiri) dan Yohanes Traksin (kanan) usai melapor ke SPKT Polresta Samarinda, Jumat (26/4) (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bayi laki-laki bernama Otniel Kewo berusia kurang 12 jam, meninggal di ruang perawatan bayi RSUD AW Syachranie Samarinda, Senin (22/4) lalu. Keluarga menduga ada kelalaian medis, sehingga diputuskan melapor ke Polresta Samarinda, siang tadi.

Orangtua bayi Otniel yang tinggal di kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara itu, menunjuk pendeta Yohanes Traksin sebagai juru bicara keluarga. Polresta menerbitkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) bernomor STTLP/256/IV/2019 tanggal 26 April 2019.

“Meninggalnya bayi menyisakan kejanggalan. Karena, waktu dilahirkan sehat. Ada kejanggalan, karena ada lumuran darah di baju, dan kain selimutnya,” kata Yohanes, kepada.wartawan saat ditemui usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, Jumat (26/4).

Sejauh ini, menurut Yohanes, tidak ada penjelasan dari manajemen rumah sakit pelat merah itu. “Tidak ada jawaban, setelah kami layangkan pertanyaan tertulis. Maka dari itu, kami lapor ke polisi hari ini,” ujarnya.

Dalam pelaporan itu, komisioner KPAI Kaltim Adji Suwignyo, ikut mendampingi. Dia menerangkan, bakal menembuskan laporan hingga ke Mabes Polri. “Agar diatensi. Karena ini menyangkut hak hidup anak. Rumah sakit pun, belum memberikan penjelasannya,” ungkap Adji.

Manajemen RSUD AW Syachranie Samarinda merespons. Melalui Humas dr Arysia Andhina, keluhan itu, menurutnya sedang diverifikasi oleh tim intermal rumah sakit, dan masih berproses sampai dengan hari ini.

Humas RSUD AW Syachranie dr Arysia Andhina memberikan penjelasan kepada wartawan (foto : Niaga Asia)

Bayi laki-laki dengan berat 2,4 kilogram itu, memang tercatat lahir dari pasangan orangtua Rizki Kewo dan Trivena Sengkey, Minggu (21/4) malam pukul 20.28 WITA, dengan kelahiran cesar. Hingga Senin (22/4) meninggal sekira pukul 06.15 WITA di ruang perawatan bayi.

“Keluhan itu, sudah kami sampaikan ke direksi, dan ada instruksi untuk melakukan verifikasi terkait keluhan itu,” kata Arysia. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *