Disayangkan, Tidak Semua RS Bisa Terima Bantuan Oksigen dari Pemprov Kaltim

Ilustrasi tabung oksigen (Foto : tribratanews)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – SKK Migas Kalimantan & Sulawesi pada Rabu (21/7) lalu, menyerahkan bantuan tidak kurang 3 ISO tank berukuran 20 feet berkapasitas 20 ton oksigen medis. Namun sayang tidak semua rumah sakit di daerah bisa menerima bantuan itu.

Biro Humas Pemprov Kalimantan Timur melalui laman resmi kaltimprov.go.id pada Rabu (21/7) melansir, bantuan dari Program Peduli Oksigen Hulu Migas – Kadin Indonesia itu diterima simbolis Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan – Sulawesi Azhari Idris menerangkan, 3 ISO tank atau sekitar 60 ton oksigen medis dari PT Samator Bontang, didistribusikan ke tanki-tanki lebih kecil.

“Untuk disalurkan ke seluruh rumah sakit di semua daerah di wilayah Kaltim,” kata Azhari, demikian dikutip Niaga Asia dari laman kaltimprov.go.id melalui artikel ‘Gubernur Terima 60 Ton Oksigen Untuk Kaltim’

Niaga Asia mengkonfirmasi penyaluran oksigen medis yang dimaksud ke RSUD IA Moeis di Samarinda. Sampai hari ini, rumah sakit milik Pemkot Samarinda itu belum menerimanya.

“Kami belum mendapatkan arahan mengenai bantuan tersebut,” kata Direktur RSUD IA Moeis dr Syarifah Rahimah, Sabtu (24/7).

Gubernur Isran Noor saat menerima simbolis bantuan oksigen dari SKK Migas, Rabu (21/7). (Foto : Biro Humas Provinsi Kaltim)

Rahimah menerangkan, meski demikian, RSUD IA Moeis terus berupaya ekstra untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang mencapai 450 tabung per harinya. Terlebih dalam hal penanganan Covid-19.

“Datangnya bertahap karena keterbatasan jumlah tabung oksigen. Karena dari itu, upaya bolak balik (memenuhi kebutuhan oksigen) lebih dari biasa. Perusahan yang bisa suplai ada tiga tapi mereka juga berketerbatasan tabung,” ujar Rahimah.

“Solusi kami, ada tim pengendali oksigenasi, yang terus menerus memantau. Dan oksigenasi dilaporkan per hari melalui sistem informasi yang terkoneksi langsung ke kementerian,” tambah Rahimah.

RSUD IA Moeis Nihil Oksigen Generator

Lantas apakah bantuan oksigan melalui Pemprov Kaltim itu sangat diperlukan rumah sakit seperti RSUD IA Moeis?

“Rumah sakit Moeis belum punya oksigen generator untuk produksi oksigen. Sehingga kalau ada bantuan berupa oksigen liquid (oksigen cair) tidak dapat disalurkan ke rumah sakit kami. Rumah sakit yang punya oksigen generator itu adalah RSUD AWS (AW Sjachranie) dan RS AHM (Atma Husada Mahakam),” ujar Rahimah.

RSUD IA Moeis di Jalan HAM Rifaddin Samarinda (Foto : istimewa)

“Kami sudah menggunakan juga alat oksigen konsentrator, untuk meringankan beban kebutuhan oksigen, kalau pasien tidak memerlukan oksigen flow (aliran/bertekanan) tinggi,” terang Rahimah.

RSUD IA Moeis sendiri menurut Rahimah, sudah mengajukan permintaan ke Dinkes Provinsi Kaltim, sesuai arahan Kadinkes Kaltim saat pertemuan virtual monitoring dan evaluasi pelayanan Covid-19 di Kalimantan Timur.

“Bantuan tabung oksigen dan oxygen generator bisa dimintakan ke Kemenkes melalui Dinkes Provinsi. Info ini kami dapat saat rapat Zoom. Kalau RS swasta hanya boleh dipinjamkan oleh negara. Namun rumah sakit daerah bisa mendapat hibah dari negara,” jelas Rahimah.

Masih disampaikan Rahimah, sejauh ini koordinasi bersama dengan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur terutama penanganan Covid-19 berjalan sangat baik

“Intinya koordinasi dengan Dinkes sangat baik. Selalu diakomodir kebutuhan kami, kesulitan hanya pada penambahan SDM (Sumber Daya Manusia) tenaga kesehatan,” demikian Rahimah.

Niaga Asia mencoba mengkonfirmasi hal yang sama perihal distribusi penyaluran bantuan oksigen di daerah, seperti di RSUD AW Sjachranie Samarinda. Namun Direktur RSUD AW Sjachranie dr David Hariadi Masjhoer tidak merespons.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: