Plt Kadisdik Kutim Roma Malau. (foto: Irfan Humas)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur, tengah berupaya memperjuangkan nasib guru honorer atau TK2D, agar statusnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Menurut Plt Kadisdik Kutim Roma Malau, ada usulan sekitar lebih dari 2.000 orang guru honorer.

“Kebetulan formasinya ada di tenaga guru. Kami tengah mengusulkan 2.200 tenaga guru bisa diangkat menjadi P3K,” jelasnya.

Ditambahkan Roma, meski nanti jumlah kuota formasi guru yang tersedia merupakan keputusan mutlak dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), namun dia sangat berharap usulan kuota guru dengan status P3K yang diajukan kepada BKN tersebut, bisa terpenuhi seluruhnya.

“Ya, kami harap kuota yang kami usulkan ini disetujui BKN. Tapi tetap BKN yang memutuskan berapa jumlah kuota P3K buat tenaga guru di Kutim,” paparnya.

Roma berharap jika kelak terwujud guru honorer diangkat menjadi guru P3K, pastinya akan meningkatkan kesejahteraan guru dan keluarganya, serta juga akan meringankan beban Pemkab Kutim. Pasalnya guru dengan status P3K akan digaji langsung oleh pusat melalui APBN. Untuk diketahui seleksi pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kutim yang dilaksanakan pada akhir tahun 2018 lalu, sebanyak 100 orang guru TK2D Kutim lolos menjadi CPNS. (hms13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *