Dishub Kubar Sosialisasikan Tertib Angkutan Sawit dan CPO

dishub
Kepala Dishub Kubar, Rakhmat dan Kabid Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), Maximus Gregorius menjelaskan ke perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit akan tertib angkutan kelapa sawit dan CPO yang akan disosialisasikan selama sebulan dan awal Juli bagi yang melanggar akan dikenai sanksi hukum. (Foto: Arifin).

SENDAWAR.NIAGA.ASIA-Dinas Perhubungan Kutai Barat (Kubar) terhitung mulai tanggal 31 Mei 2018 mesosialiasikan tertib angkutan kelapa sawit maupun CPO (crude oil plam) dalam wilayah Kubar. Penertiban meliputi legalitas kendaraan (truck) angkutan, berat muatan, dan jam operasinya.

Untuk kepentingan tersebut, Kepala Dishub Kubar, Rakhmat, hari Rabu (30/5/2018) telah mesosialisasikan akan adanya penertiban angkutan sawit dan CPO tersebut kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit. “Kita beritahukan karena setiap pelanggaran terhitung 30 Juni 2018 akan ada konsekuensi hukumnya,” katanya. Turut juga hadir mendampingi Rakhmat dalam sosialisasi Kabid Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Dishub Kubar, Maximus Gregorius.

Rakhmat menerangkan, penertiban angkutan sawit dan CPO dilakukan karena ada dasar hukumnya yakni UU LLAJ, Perda Kaltim Tentang Angkutan Sawit dan Batubara di Jalan Umum, dan pengaduan masyarakat yang melihat angkutan sawit dan CPO ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.

Langkah penertiban yang akan dilakukan, lanjut Rakhmat adalah, Pertama; kendaraan angkutan sawit dan CPO layak operasi atau KIR masih berlaku, memiliki izin usaha angkutan barang, pada kendaraan melekat dokumen buku KIR, STNK, dan sopirnya memiliki SIM sesuai kendaraan yang dibawa.

Kedua;  jam operasi angkutan sawit dan CPO melintasi kota terbatas, hanya diperbolehkan  dari jam 18.00 Wita- 06.00 Wita (pukul 6 malam sampai 6 pagi) dan jumlah kendaraan yang konvoi (beriringan) maksimal 3   unit. Kemudian, Ketiga;  muatan maksimal sesuai kelas angkutan yang dilewati 8 ton yang terberat, dan kecepatan maksimal 40 km per jam di  kawasan padat penduduk.

Menurut Rakhmat, sebulan ke depan Dishub masih mesosialisasikan, memberikan pemahaman dan teguran kepada para pengemudi. Pada awal bulan Juli 2018 mendatang sudah mulai diambil tindakan tegas. “Kegiatan penertiban ini bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Pusat dan Dishub Provinsi Kaltim, serta pihak terkait lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu Maximus meminta kepada seluruh perusahaan kelapa sawit yang ada di Kubar memperhatikan apa yang sudah ditetapkan Dishub. Apabila setelah masa sosialisasi  masih ada pelanggaran,  akan ditindak sesuai peraturan hukum yang berlaku. “Peraturan yang akan diterapkan itu berlaku untuk semua perusahaan kelapa sawit yang ada di Kubar tanpa terkecuali,” ujarnya. (004)