Disperindag Kukar: Harga Ayam Sudah Turun

Ayam potong. (Foto Lydia Apriliani/Niaga.Asia)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara,  Sayid Fathullah, mengklarifikasi, harga ayam yang dikabarkan sampai Rp95 ribu itu, untuk  satu ekor ayam kampung, sedangkan untuk harga ayam potong, tidak ada kenaikan signifikan, bahkan hari ini harganya sudah turun ke kisaran Rp38 ribu per ekor atau satu kilogram.

“Harga yang menyentuh Rp95 ribu merupakan harga ayam kampung, dimana memang secara umum lebih mahal dari ayam potong,” ujar Sayid kepada Niaga.Asia, Kamis (26/3/2026).

Dinamika harga ayam dalam beberapa hari terakhir, kata dia, memang masih fluktuatif pasca-Lebaran. Pada hari Jumat (hari raya), harga ayam potong masih berada di kisaran Rp50 ribuan per kilogram. Kemudian pada Minggu (22/3/2026), harga sempat naik menjadi Rp60 ribu hingga Rp65 ribu.

Namun, memasuki Selasa (24/3/2026), harga ayam potong mulai turun ke Rp45 ribu dan kembali stabil di kisaran Rp43 ribu hingga Rp44 ribu pada Rabu (25/3/2026). Bahkan pada Kamis (26/3/2026) terpantau sebagian kios ayam mematok harga Rp38 ribu.

“Lebaran hari Jumat itu masih harga Rp50 ribuan, hari Minggu tembus Rp60 ribu dan Rp65 ribu. Selasa Rp45 ribu, dan hari Rabu Rp43 ribu sampai Rp44 ribu, hari ini sudah Rp38 ribu,” jelasnya.

Menurutn Sayid, kondisi tersebut terjadi karena banyak pedagang dan distributor yang masih libur, sehingga stok ayam di pasar menjadi terbatas dan memicu kenaikan harga. Tidak ada sanksi khusus bagi pedagang yang menaikkan harga. Pemerintah menilai kenaikan ini merupakan bagian dari mekanisme pasar.

“Tidak ada sanksi khusus untuk pedagang, ini murni mekanisme pasar, di mana permintaan stabil, tapi pelaku usaha masih banyak yang pulang kampung,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: