
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Insiden tongkang bermuatan batu bara untuk ketiga kalinya kembali menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda, Minggu 26 Januari 2026.
Dua kali insiden tabrakan sebelummya terjadi pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
Kali ini tongkang Marine Power 3066 dilaporkan menghantam struktur jembatan. Berkaitan insiden itu, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) melakukan peninjauan langsung pascakejadian.
Hasil peninjauan awal di lapangan menemukan adanya kerusakan pada struktur pelindung atau fender jembatan, dan pilar delapan beserta sembilan penyangga jembatan.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran mengatakan, berdasarkan pemeriksaan visual sementara, satu fender jembatan di sisi Samarinda–Loa Buah mengalami kerusakan.

“Tertabrak adalah satu buah fender di posisi paling depan dari sisi Samarinda–Loa Buah. Kondisinya miring, gompal, tergores, dan ada retakan,” kata Muhran kepada wartawan di Kantor Satpolairud Polresta Samarinda, Dermaga Mahakam Ulu, Karang Asam, Samarinda.
Tidak hanya fender, benturan keras itu ternyata turut mengenai pilar utama jembatan. Muhran menyebutkan ada dua pilar yang terdampak langsung oleh hantaman tongkang bermuatan batu bara itu.
“Selain fender, pilar kami yaitu Pilar 8 dan Pilar 9 juga mengalami goresan dan gompal akibat insiden ini,” sebut Muhran.
Guna mengantisipasi pergeseran struktur yang tidak terlihat secara kasat mata, PUPR Kaltim menggandeng tim konsultan untuk melakukan pengukuran geometri secara menyeluruh.
Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan kemiringan pilar, kerataan lantai jembatan, sambungan jembatan (expansion joint), trotoar, hingga parapet atau dinding pelindung jembatan. Untuk hasil pengukuran sendiri baru dapat diketahui selambatnya besok.

Di luar insiden hari ini, Muhran menyampaikan bahwa bahwa sekitar satu minggu sebelumnya, PUPR Kaltim juga telah melakukan uji dinamis terhadap Jembatan Mahakam Ulu.
Namun dengan terjadinya insiden tabrakan terbaru pihaknya masih perlu melakukan mengkaji lebih dalam, karena diperlukan pengujian ulang ataupun mengombinasikan hasil uji sebelumnya dengan temuan terbaru di lapangan saat ini.
“Karena sudah tertabrak tiga kali, tentu ini berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jembatan. Tapi kami tidak ingin berspekulasi. Kami tunggu hasil kajian teknis dan nanti akan kami sampaikan secara terbuka,” demikian Muhammad Muhran.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Jembatan MahuluJembatan Mahulu DitabrakSamarinda