DKB Siap Kelola Aktivitas Kesenian di Gedung Kesenian Milik Pemkot

Gedung Kesenian Balikpapan yang berada di Jl. Syarifuddin Yoes adalah sebuah gedung yang sangat refresentatif untuk pergelaran kesenian yang dilengkapi sejumlah fasilitas yang memadai. (Foto UPTD Gedung Kesenian Balikpapan)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Ketua Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) H Karmin Laonggeng  merespon positif dan menyatakan siap bersinergi memenuhi ajakan Asisten II Sekkot Balikpapan, Agus Budi,  mengelola aktivitas kesenian di Gedung Kesenian Balikpapan.

Hal itu disampaikan Karmin Laonggeng, Rabu (28/12/2022) menanggapi ajakan Asisten II Agus Budi  yang disampaikan saat menutup kegiatan Balikpapan Manuntung Art Fest (BMAF) 2022, Kamis lalu (22/12).

“Saya sudah sampaikan dengan Sekretaris DKB mas Yudhi Valent agar gedung kesenian itu dapat dikelola bersama dengan DKB dalam hal kegiatan kesenian,” ucap Agus Budi yang mewakili Walikota Balikpapan, kala itu.

Menurut Karmin, DKB sudah lama menyampaikan usulan kepada pemkot agar pengelolaan gedung kesenian itu disinergikan dengan DKB.

“Alhamdulillah, pemkot melalui Asisten II sudah meresponnya,” kata Karmin Laonggeng.

Gedung Kesenian Balikpapan (tampak luar) berada di Jl. Syarifuddin Yoes. (Foto UPTD Gedung Kesenian Balikpapan)

Kerja sama pengelolaan gedung itu, timpalnya bukan berarti DKB mengelola secara menyeluruh. DKB hanya mengelola programnya saja. Seperti Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang mengelola program Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berhubungan dengan kesenian.

“UPTD Gedung Kesenian Balikpapan tetap pada fungsinya dalam hal pengelolaan keuangan, perawatan dan soal teknis lainnya,” paparnya.

DKB fokus pada manajemen pentas kesenian. Misalnya mengatur jadwal, publikasi, ticketing dan lainnya yang berhubungan dengan pementasan  semua cabang seni. Ketika ada hasil penjualan tiket, itu diatur sesuai kesepakatan.

Sekretaris DKB, Yudhi Valent menambahkan, DKB menunggu undangan Pemkot Balikpapan untuk duduk satu meja membahas kerjasama pengelolaan Gedung Kesenian Balikpapan.

“Kami menunggu undangan Pemkot Balikpapan. Kapan saja,” tandasnya.

Seperti diketahui Gedung Kesenian Balikpapan yang berada di Jl. Syarifuddin Yoes adalah sebuah gedung yang sangat refresentatif untuk pergelaran kesenian yang dilengkapi sejumlah fasilitas yang memadai.

Cuma yang menjadi kendala bagi kelompok kesenian yang ingin tampil di situ adalah soal pembiayaan. Untuk pemakaian 6-12 jam berkisar Rp 12-20 juta. Belum lagi ditambah dengan biaya BBM yang dibebankan kepada si pemakai.

Penulis: Hamdani | Editor: Intoniswan

Tag: