aa
Aji Erlinawaty

BONTANG.NIAGA.ASIA- Bencana banjir yang melanda Kota Bontang pada (4/6) lalu tidak hanya merugikan petani hortikultura atau sayur-sayuran, tapi juga berdampak besar terhadap petani ikan. Puluhan ton ikan kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, hilang karena hanyur dibawa banjir.

Kepala DKP3 Bontang, Aji Erlynawati saat ditemui di kantornya mengatakan, dari hasil monitoring di beberapa mitra binaan, kelompok budidaya ikan air tawar yang paling mendapatkan dampak paling besar berada di Bontang Utara.

“Banyak ikan yang hilang atau larut diterjang banjir  karena  tambak atau kolam ikan yang tidak mampu menampung  debit air yang menerjang,  mengakibatkan banyak ikan yang larut dibawa air,” katanya, Selasa (25/6/2019) pagi.

Menurut Aji, DKP3 Bontang  akan memberikan bantuan kepada kelompok budidaya tersebut berupa bibit. Anggaran bantuan akan dia anggarkan pada APBD-Perubahan  2019, “Kami sangat prihatin, dan semoga seluruh kelompok budidaya yang terkena dampak segera pulih dan kami siap membantu mengingat mereka kelompok binaan kami,” tukasnya.

Sebanyak 3 kelompok budidaya ikan di Bontang Utara mengalami kerugian ratusan juta, tiga kelompok pembudidaya tersebut yakni Putri satu, Etam Mandiri dan Ulam Sari. “Dari ketiga kelompok tersebut masing-masing dengan komoditas ikan lele, ikan gurami dan ikan patin,” kata Aji.

Untuk Kelompok Putri Satu, ikan yang hanyut antara lainikan lele ukuran 15 cm sebanyak 200 ekor, gurami 7 cm sebanyak 250 ekor. Kelompok Etam Mandiri kehilangan ikan  lele ukuran 3-4 cm sebanyak 4.000 ekor, gurami 7 cm sebanyak 250 ekor. Kelompok  Ulam Sari kehilangan ikan lele ukuran 9 cm sebanyak 1.500 ekor, gurami 7 cm sebanyak 250 ekor, patin ukuran 12-15 cm sebanyak 300 ekor.  (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *