aa
Sosialisasi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terkait bahayanya penyakit Zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. (Foto Ismail)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang melaksanakan sosialisasi terkait bahayanya aneka macam penyakit hewan (zoonosis) yang dapat menular dari hewan ke manusia. Sosialisasi dilaksanakan di Aula Kelurahan Belimbing ini diikuti seluruh Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat (PKK) Kelurahan Belimbing, Senin (4/2) siang.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteraner, Sri Muryati menjelaskan, masyarakat harus mewaspadai bakteri atau virus penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia. Beberapa tahun terakhir misalnya, ada virus flu burung. “Zoonosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh organisme infeksius seperti virus, bakteri, dan parasit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, atau sebaliknya. Cara penularan penyakit dari satwa ke manusia dapat melalui berbagai faktor, seperti organisme yang membawa patogen dari satu inang ke inang lain. Vektor yang dapat membawa penyakit ke manusia antara lain serangga,” katanya.

Sri Muryati yang akrab disapa Ayi mengatakan, pemerintah telah menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis. Akan tetapi perlu adanya kesadaran dari masyarakat khususnya pemilik hewan peliharaan.  “Penularan bisa melalui kontak langsung maupun melalui udara, mudah-mudahan ditahun ini cakupan vaksinasi dapat lebih meningkat dari tahun 2018 yang hanya 106 untuk kucing dan 2 untuk anjing,” imbuhnya.

aa
Sri Muryati. (Foto Ismail)

Menurutnya, pemerintah telah melakukan beberapa sistem kewaspadaan dini dan respon yang terintegrasi untuk mengatasi ancaman pandemi pada manusia. Salah satu keberhasilan dalam pengendalian zoonosis adalah dengan menurunnya angka kasus pada flu burung pada manusia.

Selain pencegahan, tim memastikan deteksi dan pengobatan sebagai respon dari kesehatan orang secara keseluruhan yang dipengaruhi oleh kesehatan hewan termasuk satwa liar. Selain itu, sudah banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya di bidang kesehatan terpadu dalam menanggulangi ancaman kesehatan global, khususnya zoonosis.

“Yang terpenting, jaga kebersihan tempat hewan peliharaan dan rajin-rajin pergi ke dokter hewan untuk melakukan vaksinasi dan pemeriksaan hewan peliharaan. Pemilik hewan peliharaan  harus menjaga kebersihan tempat tidur dan  tempat Buang Air Besar (BAB),” himbaunya. (adv)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *