DKUKMPP Nunukan Jajaki Datangkan Ikan Laut dari Demak dan Pati

Stok ikan laut asal Malaysia sering kosong di pasar Jamaker Nunukan. (Foto : Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Nunukan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) melakukan penjajakan kerja sama distribusi ikan laut dengan Pemerintah Daerah Demak dan Pati, Jawa Tengah.

“Penjajakan kerja ini bertujuan mengatasi tingginya ketergantungan pedagang ikan di Nunukan dengan pasokan ikan laut dari Tawau, Sabah, Malaysia,” kata kepala DKUKMPP Nunukan, Muhtar, Selasa (07/01/2026).

Rencana kerja sama perdagangan ikan telah dibahas bersama, dimana pemerintah daerah Demak dan Pati sangat siap jika diminta untuk mengirimkan ikan laut jenis tertentu  ke Nunukan.

Adapun ikan yang nantinya didatangkan seperti Pelagis, Layang, Kembung. Jenis-jenis ikan ini biasanya didatangkan  pedagang Nunukan dari Malaysia dengan harga  sekitar 10 RM atau setara Rp 35.000 per kilogram.

“Nelayan Nunukan belum memiliki alat tangkap yang bisa menghasilkan ikan pelagis, layang dan kembung, makanya selama ikan – ikan didatangkan dari Tawau,” sebut Muhtar.

Rencana Pemerintah Nunukan mendatangkan ikan dari Demak dan Pati erat hubungannya dengan semakin sulitnya suplai ikan laut dari Malaysia, sehingga berdampak melambungnya harga ikan.

Menurut Muhtar, sistem perdagangan ikan antara Nunukan – Tawau masih menggunakan pola perdagangan tradisional yang tentunya tidak dilengkapi surat – surat perizinan sebagaimana ketentuan ekspor impor.

“Stok ikan laut dari Tawau sering kosong di pasar Nunukan, imbasnya harga ikan melonjak dari biasanya Rp 35.000 per kilogram naik sampai Rp 50.000 per kilogram,” sebutnya.

Saat ini Pemerintah Nunukan sedang berupa menggandeng pengusaha lokal asal Sebatik maupun Nunukan yang memiliki legalitas perizinan perdagangan untuk menjadi agen mendatangkan ikan dari Demak dan Pati.

Selain itu, DKUKMPP Nunukan telah juga melakukan penjajakan standarisasi harga ikan dengan pengusaha ikan di Demok dan Pati, sehingga didapat harga ikan lebih murah dari harga ikan laut asal Malaysia.

“Kalau kerjasama ini diel, kita langsung datangkan ikan dari kedua kota penghasil, tentunya harga ikannya lebih murah dari Malaysia,” tuturnya.

Wilayah Pati dan Demak dipilih karena  penghasil komoditas ikan laut. Selain itu, keduanya juga sangat siap untuk kerja sama.

Mereka menyediakan pengiriman cepat dengan sarana prasarana yang sudah siap pakai.

“Ini juga menjadi solusi ketergantungan ikan Malaysia. Tak ada impor ilegal, tidak ada penangkapan di laut. Harapannya seperti itu,” kata dia.

Muhtar menilai, mendatangkan ikan Demok dan Pati lebih aman karena para pedagang Nunukan tidak direpotkan lagi mengurus izin ekspor impor yang prosesnya cukup panjang sampai pemerintah provinsi dan pusat.

Cara ini juga menghindari penangkapan para pedagang ikan yang selama ini sering kali berurusan dengan aparat hukum lantaran memasukan ikan luar negeri tanpa dokumen karantina dan lainnya.

“Kalau ikan dalam negeri sudah datang ke Nunukan, maka secara otomatis tidak ada lagi impor ikan ilegal, penangkapan di laut juga berhenti,” jelasnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: