Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi saat menyalami Dodi Dharma Cahyadi, usai pelantikannya sebagai Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, Jumat (14/2), di Jakarta. (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dodi Dharma Cahyadi, hari ini resmi dilantik Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, sebagai Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, di Kalimantan Timur. Ada banyak pekerjaan rumah yang ditarget beres tahun ini.

Sebagai bandara Kelas I, Kemenhub bakal memberikan perhatian lebih besar, seperti dukungan anggaran, untuk pengembangan Bandara APT Pranoto kedepan. Di sisi lain, kantor UPBU bakal memiliki 4 seksi, dari sebelumnya hanya 3 seksi.

“Kami tancap gas, melanjutkan rencana-rencana yang sudah disusun untuk APT Pranoto,” kata Dodi, dikonfirmasi Jumat (14/2) sore.

Dia menerangkan, persoalan runway masih jadi atensi serius. Menyusul, pemberlakuan pembatasan operasional pesawat Boeing dan Airbus, di bandara dengan panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter itu sejak Oktober 2019 masih berlaku. Imbasnya, rencana rute baru, dengan pengoperasian Boeing dan Airbus, ditangguhkan sementara waktu.

Kendati demikian, UPBU Kelas I Bandara APT Pranoto berupaya gerak cepat. Apalagi, kini bandara di utara kota Samarinda itu, sudah menjadi tanggungjawab pengelolaan Kemenhub. Salah satunya, tahun ini terminal bakal dilengkapi garbarata.

aa
Rencananya tahun ini bandara APT Pranoto dilengkapi garbarata (foto : Niaga Asia)

“Di-off name dulu, apa saja yang jadi persoalan. Misal, persoalan runway. Itu nanti akan diketahui dari hasil evaluasi tim panel Kemenhub. Yang jelas, porsi anggaran Kemenhub untuk UPBU Kelas I, memang lebih besar,” ujar Dodi.

Dodi menjelaskan, pergerakan penumpang dari dan ke Samarinda, perlahan terus mencatat kenaikan. Rata-rata per hari, mencapai 4.000-4.500 orang dari 48 penerbangan. Baik itu rute Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan kota-kota lain di Kalimantan Timur, hingga penerbangan perintis.

Catatan trafik pergerakan penumpang itu juga yang menjadi salah satu pertimbangan maskapai Air Asia, berencana membuka penerbangan baru dari dan menuju Samarinda, ke kota-kota di Malaysia.

aa
Kesibukan pintu masuk terminal keberangkatan di Bandara APT Pranoto Samarinda. (Foto : Niaga Asia)

Keseriusan maskapai asal negeri jiran itu, ditunjukkan dengan kedatangan manajemen Air Asia Indonesia, diwakili Head Of Network and Airport Authority Air Asia Edwin dan stafnya, ke kantor UPBU Kelas I Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Selasa (11/2) lalu.

Dodi sendiri, masih merahasiakan rencana rute baru Air Asia itu, untuk melayani penerbangan di bandara yang sementara ini, hanya beroperasi hingga pukul 18.00 WITA. “Mereka ingin secepatnya tahun ini juga. Tapi dari kami, nanti. Setelah runway dibenahi, dan pembatasan operasional penerbangan pesawat dicabut,” ungkap Dodi.

Untuk diketahui, areal Bandara APT Pranoto Samarinda, punya luasan sekitar 350 hektare. Namun demikian, yang digunakan saat ini, baik sisi udara dan darat, beserta fasilitas pendukungnya, hanya seluas sekitar 150 hektare. Dengan begitu, bandara kebanggan warga Samarinda itu, masih punya potensi besar untuk diperluas lagi. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *