Ilustrasi petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) menangani kasus Virus Corona (Covid-19). (Foto : istimewa/Google Images)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pasangan suami istri di Samarinda, dini hari tadi dijemput tim Satgas Covid-19 kota Samarinda. Keduanya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil uji swab. Salah satunya adalah dokter.

Keterangan diperoleh Niaga Asia, suami istri itu dijemput sekira pukul 01.00 Wita, di kediamannya. Mengenakan baju hazmat (hazardous material), tim Satgas Covid-19 dari BPBD Kota Samarinda menjemput keduanya, untuk dibawa ke rumah sakit.

Kedua pasien itu adalah EN (66), dan istrinya JH (67). EN diketahui adalah seorang dokter di Samarinda, dan masih membuka praktik melayani masyarakat.

“Benar, kami jemput tadi malam. Suami istri, swab-nya positif,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kota Samarinda Ifran, dikonfirmasi Selasa (18/8).

Ifran membenarkan, informasi diperoleh tim Satgas, salah satu pasien yang bersangkutan adalah seorang dokter. “Iya benar, seorang dokter. Pensiunan, tapi masih praktik ya. Bersama istrinya, kami evakuasi ke RSUD AW Syachranie,” ungkap Ifran.

Di sisi lain, hari ini, pasien positif Covid-19 dalam perawatan medis meninggal dunia. Pasien ini adalah MB (50), pasien perempuan yang dirawat di RSUD AW Sjachranie Samarinda.

Pasien itu masuk perawatan rumah sakit pada 11 Agustus 2020 sore, dengan gambaran pneumonia dan Comorbid atau penyakit penyerta Diabetes Melitus. Dilaporkan meninggal pukul 08.40 Wita pagi tadi.

“Iya benar, pasien meninggal dari AWS (RSUD Abdul Wahab Sjachranie). Kami lakukan penjemputan jam 1 siang ini, untuk kemudian dimakamkan di taman makam Katolik di Serayu, Tanah Merah,” ungkap Ifran.

Dengan begitu, pasien kasus Covid-19 meninggal di Samarinda yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19, hampir genap 30 orang. “Jenazah ke-29 (yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19),” demikian Ifran. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *