Tekanan emosional yang dirasakan petugas medis yang merawat kasus Covid-19 tidak jarang terlampau berat. (Ilustrasi/net)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Seorang dokter spesialis di kota Balikpapan, dr Djailani Sp.THT, meninggal Kamis (29/10) kemarin, dalam perawatan isolasi Covid-19. Dengan begitu, sudah 4 dokter di Kalimantan Timur, yang meninggal akibat Covid-19.

Informasi didapat Niaga Asia, Djailani masuk perawatan medis usai terkonfirmasi positif Covi-19 sejak 3 Oktober 2020 lalu. Dia akhirnya meninggal Kamis (29/10) malam, atau 27 hari dalam perawatan.

“Iya benar (anggota IDI). Pak Djailani anggota IDI kota Balikpapan,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur dr Nathaniel Tandirogang, dikonfirmasi Niaga Asia, Jumat (30/10).

Nathaniel menerangkan, dengan demikian, ada 4 dokter di Kalimantan Timur, yang meninggal akibat paparan Covid-19 sejak awal pandemi Covid-19 medio Maret 2020 lalu. “Dua di Balikpapan, dan dua dokter lagi di Samarinda,” ujar Nathaniel.

“Kalau isoman (isolasi mandiri) banyak. Kalau dirawat di rumah sakit, sepertinya sekarang sudah keluar perawatan ya,” tambah Nathan, saat ditanya ada tidaknya sejawat lainnya yang juga berstatus perawatan Covid-19.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerangkan, dr Djailani dirawat sejak 3 Oktober 2020, dan meninggal Kamis (29/10) sekira pukul 19.00 WITA.

“Benar, bertugas di RSKD (RSUD Kanudjoso Djatiwibowo), dan terkonfirmasi positif Covid-19. Ini adalah dokter kedua yang tugas di Balikpapan, dan meninggal (akibat Covid-19). Sebelumnya, dokter Sriyono,” demikian Rizal. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *