DPRD Balikpapan Belum Tentukan Sikap Bentuk Pansus RS Sayang Ibu

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pembahasan proyek pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di lingkungan DPRD Kota Balikpapan masih berada pada fase penelusuran awal.

Meski wacana pembentukan panitia khusus (Pansus) mulai mengemuka dari sejumlah fraksi, pimpinan dewan memilih bersikap cermat sebelum melangkah lebih jauh.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyebut hingga saat ini belum menerima dokumen resmi usulan Pansus secara langsung.

Alwi bilang meski dia mendengar informasi berkas itu telah berada di bagian kesekretariatan, namun belum disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Saya memang mendengar ada usulan dari beberapa fraksi. Tetapi sampai hari ini, dokumen resminya belum saya terima di meja pimpinan. Informasinya ada di sekretariat, tapi belum masuk ke kami,” kata Alwi, Jumat 13 Februari 2026.

Menurutnya, kehati-hatian menjadi prinsip utama dalam menyikapi isu yang berkaitan dengan proyek strategis sektor kesehatan tersebut.

Dia menegaskan, DPRD tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru, tanpa melalui pembahasan menyeluruh dan mekanisme yang tepat.

Dalam waktu dekat, Alwi menyebut pimpinan DPRD akan menggelar koordinasi internal bersama para wakil ketua untuk membahas arah pengawasan yang akan ditempuh. Termasuk mengkaji pembentukan Pansus, dengan mempertimbangkan urgensi, dasar hukum, serta efektivitas pengawasan.

“Kami akan duduk bersama dulu dengan pimpinan lainnya. Apakah nantinya perlu Pansus atau cukup dengan mekanisme pengawasan lain, itu akan diputuskan secara kolektif,” ujarnya.

Selain membahas wacana Pansus, DPRD juga mencermati informasi mengenai perkembangan realisasi proyek. Alwi mengungkap adanya laporan awal terkait pengembalian sebagian dana oleh pihak kontraktor.

“Ada informasi bahwa sebagian dana sudah dikembalikan. Dari 20 persen anggaran yang dicairkan, progres pekerjaan sekitar 17 persen, dan sisanya disebut telah dikembalikan,” jelasnya.

Meski demikian, Alwi menekankan DPRD belum akan menarik kesimpulan apa pun sebelum melakukan pendalaman lanjutan.

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk memastikan keakuratan data, serta kronologi pengelolaan anggaran proyek tersebut.

“Semua masih kami pelajari. Prinsipnya, kami ingin kejelasan dan transparansi. Jadi untuk saat ini belum ada keputusan final sebelum semuanya benar-benar terang,” jelas Alwi.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: