Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mashud. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Persoalan lalu lintas kendaraan yang kerap terjadi di Gunung Manggah, Sungai Dama, Samarinda, ikut menyita perhatian DPRD Kaltim. Khususnya, masalah kemacetan serta kondisi geografis tanjakan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), yang dinilai cukup tinggi.

Apalagi, di wilayah tersebut tidak jarang terjadi kecelakaan, akibat kendaraan beroda empat atau lebih, tidak kuat menanjak atau lepas kendali saat menuruni tanjakan. Seperti yang terjadi belum lama ini, truk yang menyeruduk akibat rem blong, menewaskan 4 orang pengguna jalan.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mashud mengatakan, pihaknya mendorong agar percepatan pembangunan flyover di kawasan itu bisa direalisasikan. Selain menjadi solusi untuk mengurai kemacetan, tujuannya juga untuk meminimalisiri terjadinya kecelakaan serupa kembali terulang.

“Karena satu, syarat dari ketinggian jalan itu minimal 10 persen. Itu kan sudah sangat tinggi. Dan selalu ada kecelakaan tiap tahun,” kata Mashud, Senin (3/2).

Sepuluh persen tersebut, jelasnya, merupakan aturan maksimal ketinggian jalan. “Ya, 10 persen itu maksimalnya. Aturannya memang begitu,” tegas Mashud.

Menurut dia, pembangunan flyover merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan jangka panjang. Seperti diketahui pula, penyumbang kemacetan di daerah tersebut juga diakibatkan adanya pasar yang meluber ke badan jalan. “Kami harap PUPR bisa segera mewacanakan hal tersebut,” ujarnya.

Kemudian, hal itu juga akan mengatasi permasalahan yang akan ditimbulkan saat jalan tol Balikpapan-Samarinda, beroperasi penuh.

“Kami menginginkan ada jalan alternatif. Apalagi jalur tol juga lewat sana kan? Mudah-mudahan PUPR bisa melaksanakan,” tutup Mashud. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *