Anggota DPRD Nunukan bersama Direktur RSUD Nunukan, dr Dulman membahas penanganan Covid-19 (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAG.AASIA-Anggota DPRD Nunukan H. Andi Mutamir meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan memperhatikan keselamatan dan kesehatan tim medis, teruma kepada dokter dan perawat yang bertugas dipenanganan pasien Virus Corona (Covid-19).

“Saya sarankan, RSUD Nunukan menyiapkan rumah atau tempat tinggal khusus untuk para medis tidur an beristirahat selepas bekerja,” katanya.

Penyiapan tempat tinggal ini bertujuan memberikan keselamatan bagi para medis dan keluarga mereka. Pasalnya, ada kekuatiran dan rasa ketakutan orang tua kepada anak-anaknya jika harus pulang kerumah usai menjalaankan tugas.

Kekuatiran tersebut, lanjut Andi, berkaitan dengan penularan virus corona, sebab bukan tidak mungkin para medis yang pulang kerumah tanpa sadar membawa virus dan menularkan lagi kepada keluarga mereka.

“Terumata orang-orang tua lanjut usia, mereka serba salah menerima kepulangan anaknya, takut jangan-jangan terjangkit virus dan tanpa sadar menularkan di keluarga,” sebutnya.

Andi mengatakan, jika nantinya para media disiapkan rumah tinggal sementara, mereka tidak perlu lagi pulang kerumah dan bersosialisasi dengan keluarga atau orang lain, cara-cara seperti ini akan memberikan keterangan keluarga mereka.

Pertimbangan seperti ini patur diperhatikan RSUD Nunukan, selain memberikan rasa aman bagi keluarga para media, penanganan kesehatan dan pengawasan untuk para media jika nantinya mereka tertular akan lebih mudah.

“Kita mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kalau para medis tertular dan menularkan penyakit, pasti orang tuanya protes,” ucapnya.

Menanggapi usulan rumah tinggal para media, Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman memahani kekuatiran para orang tua yang anaknya bekerja dibagian penanganan pasien Covid-19. Namun, untuk saat ini, belum waktunya kita mengarah kesana.

“Menurut saya dan tim dokter, belum saatnya para medis disiapan tempat tinggal tersendiri dan dibatasi berrtemu keluarga atau orang lainnya,” jelasnya. Penanganan pasien Covid-19 Nunukan masih dalam jumlah normal, berbeda dengan penanganan Covid -19 di Wuhan China atau daerah lain yang jumlah pasien banyak yang harus memakai ventilator darurat.

Saat ini, kata Dulman, hal terpenting harus dipikirkan adalah persedian Alat Pelindung Diri (APD), jangan sampai ada kekosongan APD baik di ruang isolasi ataupun seluruh petugas kesehatan yang bekerja setiap hari. “Penanganan penyakit penular corona perlu banyak APD, masker dan lainnya setiap hari dipakai, makanya kami minta sebanyak mungkin APD,” bebernya. (adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *