DPRD Nunukan : Proyek Jalan Senilai Rp 4,3 Miliar Menuju RS Pratama Sebatik Rusak!

Anggota DPRD Nunukan monitoring ke RS Pratama Sebatik (foto : Istimewa/Niaga Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Hamsing meminta pemerintah daerah lebih berhati-hati menentukan peningkatan jalan menggunakan Lapisan Penetrasi Makadam (Lapen).

“Ada beberapa proyek Lapen di Sebatik rusak, salah satunya jalan menuju Rumah Sakit (RS) Pratama Sebatik,” kata dia kepada Niaga Asia, Selasa (6/4).

Menurutnya, kerusakan jalan menggunakan Lapen, lebih dikarenakan kualitas pekerjaan yang rendah dan belum maksimalnya pematangan lahan. Belum lagi jalan-jalan tersebut dilalui kendaraan truk dengan muatan cukup berat.

Seperti halnya proyek Lapen menuju RS Pratama Sebatik. Diterangkan Hamsing, konstruksi tanah belum layak untuk dilakukan lapisan pengerasaan aspal. Namun, karena kebutuhan mendesak, pemerintah tetap menganggarkan kegiatan perbaikan.

“Pengerjaan proyek Lapen harus melihat kondisi jalan. Jangan asal dikerjakan tanpa melihat dan mempelajari struktur tanah,” ungkap Hamsing.

Kedepan, lanjut dia, pemerintah diharapkan lebih berpikir lagi dalam menganggarkan pembangunan jalan Lapen. Mesti dipelajari lebih dulu, apakah proyek jenis itu mampu bertahan lama digunakan masyarakat.

Menurutnya, proyek Lapen lebih cocok untuk jalan-jalan yang tidak dilalui kendaraan berat. Tidak kalah penting, harus memperhatikan struktur tanah, apakah berbukit-bukit atau lurus. Sebab kerusakan Lapen biasanya berada di jalan tanjakan tinggi.

Kerusakan jalan yang jadi sorotan

“Lapen bisa bertahan lama bila kondisi jalan lurus tidak berbukit-bukit. Seperti proyek Lapen di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara,” tuturnya.

Hamsing menjelaskan, kebutuhan anggaran pembangunan jalan Lapen, hanya berbeda sedikit dengan konstruksi jalan menggunakan lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC), yang kualitas kekerasannya sangat baik.

Kerusakan jalan Lapen di pulau Sebatik, sangat merugikan pemerintah daerah dan pusat. Apalagi sebagian proyek proyek tersebut baru berumur satu tahun seperti, proyek jalan menuju kantor Camat Sebatik Timur, dengan alokasi anggaran Rp 4.205.566.000.

“Baru 1 tahun lebih Lapen menuju RS pratama dan jalan Bhakti Husada menuju kantor Camat Sebatik Timur sudah rusak terkelupas,” jelasnya lagi.

Untuk diketahui, proyek peningkatan jalan masuk menuju RS Pratama Sebatik, di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, dianggarkan tahun 2019 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi.

Proyek yang dikerjakan CV Daya Dinamika Teknik dengan alamat kantor di Jalan Angkasa V Gang Mandor Beddu RT 10, Kecamatan Nunukan, telah terealisasi 100 persen, dengan realisasi pembayaran 99.68 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 4.383.500.000.

Sama halnya dengan peningkatan jalan menuju kantor Camat Sebatik Timur. Proyek yang mengalami rusakan ini bersumber dari APBD Nunukan tahun 2019 senilai Rp 4.400.000.000 dengan realisasi pembayaran 38,18 persen atau terbayar Rp 1.679.740.000.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *