
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ribuan driver ojek daring Gojek di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), telah menerima pencairan Bonus Hari Raya (BHR) 2026 sejak 4 Maret lalu. Bonus tahun ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding 2025, dengan besaran insentif mulai dari Rp150 ribu hingga Rp900 ribu, yang disalurkan langsung melalui saldo digital tiap mitra pengemudi.
Ketua Bubuhan Driver Gojek Samarinda (Budgos), Ivan Jaya mengatakan realisasi BHR tahun ini menunjukkan kemajuan, baik dari segi besaran nominal maupun kecepatan penyaluran. Jika tahun 2025 bonus baru cair seminggu sebelum lebaran, tahun 2026 ini dana masuk dua minggu sebelum Idulfitri.
“Alhamdulillah, kawan-kawan pengemudi Gojek sudah menerima BHR sejak 4 Maret kemarin. Sementara untuk rekan-rekan Grab, Shopeefood dan Maxim saat ini masih menunggu realisasinya,” kata Ivan, dihubungi niaga.asia, Jumat 6 Maret 2026.
Untuk Grab dan ShopeeFood, informasi besaran BHS saat ini sudah resmi dirilis. Mitra Grab akan menerima antara Rp150 ribu hingga Rp850 ribu, sedangkan mitra ShopeeFood mendapatkan Rp80 ribu hingga Rp850 ribu. Sehingga saat ini para pengemudi tinggal menunggu jadwal pencairan dana ke akun masing-masing.
Ivan menjelaskan skema BHR pada tahun kedua mengalami peningkatan. Pada 2025, batas bawah bonus dipatok sebesar Rp50 ribu hingga Rp900 ribu. Sedangkan tahun ini angka minimal meningkat tiga kali lipat menjadi Rp150 ribu, dengan plafon tertinggi tetap di angka Rp900 ribu.
Penyaluran bonus tersebut tidak diberikan secara rata, melainkan berbasis performa individu menggunakan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama atau tambahan yang diukur melalui jam kerja, tingkat penerimaan order dan penyelesaian orderan.
“Driver dengan kinerja akun sangat baik selama 12 bulan penuh berhak atas bonus maksimal Rp900 ribu. Mitra baru dengan masa aktif 1 hingga 6 bulan tetap bisa mendapat BHR asalkan performanya sesuai kriteria, meski nominalnya disesuaikan,” terang Ivan.
“Sebaliknya, driver lama yang tidak aktif, bolong-bolong atau hanya bekerja 2-3 jam sehari otomatis tidak terjaring sebagai penerima,” tegas Ivan
Berdasarkan data kasaran, terdapat sekitar 5.000 pengemudi aktif di Samarinda. Dari jumlah tersebut, mayoritas mitra menerima bonus di kisaran Rp200 ribu.
”Yang mendapatkan Rp150 ribu ada tapi tidak banyak. Rata-rata dapat Rp200 ribu paling rendah,” ucapnya.
Ivan berharap kenaikan BHR ini dapat terus naik lebih baik setiap tahunnya. Karena angka tersebut masih jauh dari harapan para mitra, mengingat kontribusi besar mereka terhadap profit aplikator. Dia berharap besaran BHR yang didapatkan pada tahun-tahun berikutnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp1 juta.
“Jika melihat kontribusi selama setahun, para mitra pengemudi sebenarnya telah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi aplikator melalui sistem bagi hasil (sharing profit) antaran driver dan aplikator 20 persen. Saat ini, pendapatan kotor rata-rata teman-teman di lapangan paling rendah adalah Rp150 ribu per hari,” jelas Ivan
Kendati demikian, para mitra Ojol di Samarinda menyambut positif pemberian BHR baik tahun 2026 ini maupun tahun sebelumnya. Perbaikan dari batas bawah Rp50 ribu tahun lalu menjadi Rp150 ribu tahun ini dianggap sebagai langkah maju dalam pemenuhan hak mitra pengemudi transportasi daring.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: GojekSamarindaTunjangan Hari Raya