Dua Pemuda di Samarinda Curi Motor Bekas Majikan Buat Modal Bikin Uang Palsu

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudy saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Samarinda Jalan Slamet Riyadi, Rabu (7/9). (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Zulfian (25) warga Singkawang Kalimantan Barat, dan Sabriansyah warga Berau, dibekuk polisi, Kamis (2/9). Keduanya jadi tersangka pencurian motor. Uang penjualan motor curian buat beli mesin printer mencetak uang palsu.

Pencurian motor itu terjadi Kamis (26/8) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Pagi harinya, pemilik motor Budi Santoso kaget motornya tidak ada di depan rumah.

“Dalam laporan korban ke Polres, motornya diparkir dalam kondisi kunci stang,” kata Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudy, dikonfirmasi Niaga Asia, Rabu (7/9) sore.

Polisi bergerak menyelidiki. Belakangan motor korban diketahui dicuri Zulfian dan Sabriansyah, tidak lain eks anak buah korban yang berdagang pentol bakso keliling. Keduanya dibekuk di indekos Jalan Rapak Indah Samarinda.

“Sebelum korban diberhentikan, pelaku sempat menggandakan kunci motor korban. Waktu itu alasannya pinjam motor majikan buat beli bahan pentol baso ternyata kunci motor dibikin duplikat,” ujar Dovie.

Motor curian pun dijual di media sosial dan laku Rp2 juta. Hasil itu lalu dibagi dua masing-masing Rp 1 juta. “Muncul ide Sabriansyah setelah belajar dari Youtube, buat beli printer buat cetak uang palsu. Jadi uang digabung beli mesin printer seharga Rp700 ribu,” sebut Dovie.

“Uang yang dicetak mulai pecahan Rp100 ribu, Rp20 ribu dan Rp5 ribu. Sudah sempat dibelanjakan juga, terutama untuk beli kebutuhan sehari-hari seperti rokok, makanan, beli bensin. Semua beli ke warung malam hari, supaya uang palsunya tidak terlalu mencolok dan dilipat-lipat,” tambah Dovie.

Dari kasus itu, kepolisian menyita uang palsu pecahan Rp100 ribu, Rp 20 ribu dan Rp5 ribu. Baik uang siap edar dan dibelanjakan maupun cetakan uang yang belum dipotong-potong.

“Kita terapkan dua pasal tentang pencurian pemberatan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dan tentang uang palsu,” tutup Dovie.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: