ganti
Warga membawa poster #2019GantiPresiden, di ajang Car Free Day, belum lama ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Sebuah video viral di sosial media menggambarkan dugaan intimidasi sejumlah orang yang memakai kaus dengan tulisan #2019GantiPresiden. Hal itu dinilai sebagai bentuk pemaksaan kehendak seperti era Orde Baru (Orba).

Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menyebut tindakan tersebut memalukan. “Sungguh memalukan melihat perilaku intimidasi dan tidak beradab dari gerakan yg menamakan diri #2019GantiPresiden. Cara intimidasi dan pemaksaan kehendak seperti ini adalah warisan paling otentik dari rezim otoriter Orde Baru,” ujar Haris, melalui akun Twitter @sy_haris.

Menurutnya, momen CFD seharusnya bebas dari kepentingan politik. Sebab, wilayah CFD adalah ruang publik bebas polusi bagi semua warga untuk saling menyapa, rekreasi, dan berolahraga tanpa memandang latar belakang politik dan SARA.  “Karena itu CFD harus bebas dari kegiatan politik partisan atas nama apapun,” tandasnya.

Hal itu mulai mengemuka saat sebuah video yang diunggah oleh akun Jakartanicus, pada Sabtu (28/4), di Youtube, memperlihatkan aksi intimidasi sekelompok warga yang memakai kaus bertuliskan #2019GantiPresiden, yang diduga terjadi saat ajang Car Free Day (CFD), di sekitar Bundaran HI, Jakarta.

Awalnya, video itu menggambarkan sejumlah orang yang mengenakan kaus berbaris #2019GantiPresiden sambil membawa pesan-pesan politik. “Kami mendukung #2019GantiPresiden,” demikian tulisan sebuah poster yang dibawa warga.  “2019 ganti Presiden, takbir!” cetus seseorang dari balik kamera. Hal itu dijawab sekelompok ibu-ibu, “Allahu Akbar!”. Dua orang polisi tampak memantau kondisi CFD itu.

Suasana mulai riuh saat sepasang pria dan wanita melintas dengan memakai kaus bertuliskan #DiaSibukKerja. Massa berkaus #2019GantiPresiden menyorakinya, “Cebong, cebong, cebong”.

Seorang pria kemudian melintas dengan berpakaian #DiaSibukKerja. Kali ini sekelompok warga mulai meringsek kepadanya sambil menyodorkan lembaran uang. “Cebong kena, woy.” “Nih, dibayar nih, mau enggak?”. Demikian ujar sejumlah pria sambil mengerumininya. Lelaki itu hanya bisa mengelak, “Enggak dibayar. Sumpah”.

Lantas tampak seorang ibu dan kemungkinan anaknya melintas di sekitar kawasan Bundaran HI dengan tetap dikerumuni sejumlah pria. Ia juga mendapat perlakuan serupa; warga melambai-lambaikan lembaran uang sambil meneriakinya.

Seorang pria yang memakai kaus #2019GantiPresiden kemudian memisahkannya dengan gerombolan pria yang menekannya. “Kita enggak takut, ya Pi, kita benar! Kita enggak akan pernah takut!” cetus ibu tersebut, kepada sang anak yang tengah menangis. “Masya Allah kalian ini. Masy Allah! Ibu-ibu kalian beginikan, perlakukan seperti ini. Muslim apa kalian?” sambungnya, dengan nada tinggi.

Panglima Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) GPJ Ade Selon mengatakan pihaknya sebenarnya sudah membatalkan acara tersebut. Sebab, ada imbauan dari pihak kepolisian karena kegiatannya berbarengan dengan cara massa #DiaSibukKerja. “Tapi kalau ada yang mau datang ya silakan, kan tidak memungkiri kalau temen-temen ada yang mau datang ke car free day (CFD), karena itu hari Minggu, hari keluarga. Itu hak masyarakat,” kata dia.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Terkait