Ekosistem Startup di Filipina Dibangun dari Bawah ke Atas

Dudi Iskandar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  saat menjadi moderator di InaRi Expo 2022, “ASEAN-India Startup Festival” di Room 2, Gedung ICC, Cibinong Science Center, pada Jumat (28/10/2022). (Foto BRIN)

CIBINONG.NIAGA.ASIA – Russel M. Pili dari Department of Science and Technology Philippines, mengungkapkan di Filipina ekosistem startup dibangun dari bawah ke atas.seminar bertajuk Iniative Programs and Policies for Developing Startup Ecosystem,

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber di seminar bertajuk Iniative Programs and Policies for Developing Startup Ecosystem, yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Room 2, Gedung ICC, Cibinong Science Center, pada Jumat (28/10/2022).

Untuk diketahui, startup adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Dengan kata lain, startup artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar maupun mengembangkan produknya. Saat ini, istilah perusahaan startup biasanya mengacu pada perusahaan-perusahaan yang layanan atau produknya berbasiskan teknologi.

Dudi Iskandar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  yang menjadi moderator dalam seminar  tersebut mengatakan, dalam kondisi global pascapandemi Covid-19, lembaga startup mengambil peranan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ekosistem startup telah mendorong ekonomi melalui perkembangan teknologi dan inovasi,” ujarnya.

Pada kegiatan InaRi Expo 2022, penyelenggaraan ASEAN-India Startup Festival bertujuan untuk memperlebar peluang dalam memperkuat kerja sama ASEAN dan India, yang mempercepat ekonomi startup.

Dalam gelaran acaranya, seminar bertajuk Iniative Programs and Policies for Developing Startup Ecosystem, dihadirkan tiga narasumber pakar startup dari negara ASEAN dan India.

“Seminar berbicara tentang program dan kebijakan inisiatif untuk mengembangkan ekosistem startup. Dan kami memiliki tiga pembicara dari negara Kamboja, India, dan Myanmar untuk berbagi riset dengan inovasi kebijakan,” terang Dudi.

Russel, lembaganya  memiliki kebijakan dan cerita tentang penurunan nilai startup termasuk transfer teknologi dengan insentif dan tanggung jawab. Ia pun berinvestasi sendiri pada startup tersebut.

“Kami membangun program departemen strategis dengan universitas, konektivitas dengan India, dan membangun ekosistem yang memungkinkan startup,  serta kolaborasi yang lebih kuat dengan entitas maupun mitra,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah Filipina mendukung startup dan ekosistemnya termasuk program Innovation Startup Act yang merupakan program pengembangan startup di Filipina.

“Kami berupaya membangun sebuah ekosistem startup yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan di Filipina, untuk mengiring inovasi riset, pemberdayaan komunitas perempuan, dan pendanaan operasional inkubator bisnis teknologi sebagai konsorsium startup regional,” ulas Russel.

Sumber: BRIN | Editor: Intoniswan

Tag: