Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Satu warga Kalimantan Selatan, diinyatakan positif terjangkit virus Corona (Covid-19), dan dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, di Balikpapan. Pasien itu diketahui eks peserta Ijtima Zona Asia, di Gowa, Sulsel. Dari total sekitar 8.000 orang di Gowa, 1.300 orang diantaranya warga Kaltim.

Mengutip merdeka.com, Kamis (19/3), Pemprov Sulsel menyebut, meski kegiatan yang sedianya digelar 19-22 Maret 2020 dan diikuti sekitar 8.000 itu batal digelar, peserta dari Kaltim terbanyak berjumlah 1.322 orang.

Niaga Asia mencoba mengkonfirmasi 1.322 orang itu. Bahkan, beredar kabar, 200 orang diantaranya berasal dari Samarinda. Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak mengaku belum mendapatkan angka secara riil, peserta asal Kaltim yang sempat berada di Gowa.

Penelusuran, kata Ishak, sedang dilakukan saat ini. Ishak menyatakan, penelusuran itu dilakukan Pemprov, bersama Pemkab dan Pemkot. Terlebih lagi, usai dinyatakannya 1 orang eks peserta Ijtima positif Corona.

“Setahu kami, mereka (Gugus Tugas Covid-19 dan Dinkes kabupaten dan kota), semua sudah memahani kriteria tindakan yang harus dilakukan (melakukan tracing),” kata Ishak, ditanya Niaga Asia, dalam sesi tanya jawab konferensi pers, Sabtu (28/3).

Ishak menerangkan, Call Center di Gugus Tugas Kabupaten Kota, dibekali pengetahuan terkait penentuan status seseorang Orang Dalam Pengetahuan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Sehingga harus dilakukan tindakan lebih lanjut. Kami percaya dengan kinerja teman-teman di kabupaten dan kota,” ujar Ishak.

Sejauh ini, lanjut Ishak, tim Gugus Tugas Covid-19 juga mendapatkan manifest penumpang pesawat dan kapal peserta Ijtima dari Kaltim, menuju ke Makassar. Meski memang, untuk mendapatkan itu bukan urusan mudah, dan belum mencakup semua peserta Ijtima asal Kaltim.

“Manifest yang kami dapatkan, kami distribusikan ke kabupaten dan kota. Memang, kemungkinan belum mencakup semuanya. Tapi dengan adanya pasien positif dari kegiatan Ijtima itu, kami telusuri lebih jauh,” ungkap Ishak, ditanya lebih jauh Niaga Asia usai konferensi pers.

Untuk itu, lanjut Ishak, sudah seharusnya eks peserta Ijtima di Sulsel, melaporkan diri ke call center kabupaten dan kota.

“Di sini diperlukan kejujuran. Harus lapor diri ke Call Center. Penting untuk kecepatan kami melakukan penanganan. Di samping itu, kami cek di daerah lain, mana saja yang dinyatakan positif dari peserta yang ikut acara (Ijtima) itu,” demikian Ishak. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *