ekspor
BPS Kaltim: Ekspor ikan Provinsi Kaltara dari Januari-Maret 2018 menembus angka 3,92 juta USD.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Seluruh ekspor Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih berupa barang non migas. Secara kumulatif nilai ekspor non migas Kaltara periode Januari-Maret 2018 mencapai 252,42 juta USD atau naik 13,44% persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.

Sedangkan ekspor Kaltara di bulan Maret 2018 mencapai 103,01 juta USD atau mengalami kenaikan 50,30% dibandingkan dengan ekspor Pebruari 2018. Kalau dibandingkan dengan bulan yang sama atau Mert 2017, ekspor selama Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 14,94%,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Atqo Mardiyanto dalam sesi jumpa pers bulanan di Samarinda, Rabu (2/5/2018).

kpu

Menurut Mardiyanto, kenaikan ekspor Kaltara disebabkan kenaikan kelompok barang berupa hasil tambang, industri, dan pertanian. Nilai ekspor hasil tambang Kaltara di bulan Maret 2018 paling dominan, yakni mencapai 87,61 juta USD, hasil industri sebanyak 14,11 juta USD, sedangkan hasil pertanian 1,29 juta USD.“Komoditi non migas yang diekspor Kaltara  yang dominan meliputi kayu dan barang kayu, arang kayu, lemak dan minyak hewani atau nabati serta produk disosiasinya, tembakau dan pengganti tembakau, dan ikan,” ujarnya.

Diterangkan pula, negara tujuan utama ekspor Kaltara pada Maret 2018 adalah India senilai 36,81 juta USD, Jepang (20,17 juta USD, Thailand (11,95 juta USD), dan Korsel sebesar 10,25 juta USD. “Peranan keempat negara itu dalam ekspor Kaltara mencapai 76,86% terhadap total ekspor di bulan Maret 2018,” kata Mardiyanto lagi.

Persentase kenaikan terbesar ekspor Kaltara di Maret 2018 jika dibandingkan bulan Pebruari lalu terjadi ke negara Thailand sebesar 695,58 persen, yaitu dari 1,5 juta USD menjadi 11,95 juta USD. Sedangkan penurunan ekspor terjadi ke negara Malaysia yakni sebesar 61,79% atau dari 11,45 juta USD menjadi 4,38 juta USD. (001)

Berita Terkait