Ilustrasi pemakaman sesuai protokol Covid-19. (Foto : HO/Antara Foto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Empat pasien kasus Covid-19 di Samarinda, meninggal hari ini hingga pukul 15.00 Wita, sejak pukul 00.00 Wita tadi. Tiga pasien dalam perawatan medis RSUD AW Sjachranie, dan satu lagi dirawat di RS Hermina Samarinda. Satu dari 3 pasien meninggal, adalah staf administrasi RSUD AW Sjachranie.

Informasi diperoleh Niaga Asia, pasien pertama meninggal, adalah seorang perempuan, PM (44), dengan Comorbid atau penyakit penyerta diantaranya diabetes melitus, meninggal pukul 02.30 Wita dini hari tadi.

Pasien kedua meninggal adalah laki-laki, AS (56), yang meninggal pukul 07.53 Wita, setelah sebelumnya dirawat dengan gambaran pneumonia. Kedua pasien, PM dan AS, dalam perawatan medis RSUD AW Sjachranie.

Usai waktu Dzuhur, kedua jenazah dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19, di Pemakaman Raudhatul Jannah , pemakaman khusus pasien kasus Covid-19, yang berlokasi di Serayu, Tanah Merah, di Samarinda Utara. Pemakaman dilakukan tim BPBD Kota Samarinda, sebagai bagian dari Satgas Covid-19.

“Tim kami dapatkan informasi, kedua pasien yang meninggal ini, status probable Covid-19 dengan swab PCR masih berproses,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kota Samarinda Ifran, dikonfirmasi Niaga Asia, Kamis (20/8).

Usai memakamkan kedua pasien kasus Covid-19 itu, kota Samarinda kembali ketambahan 2 pasien meninggal kasus yang sama.

Pasien ketiga, adalah seorang laki-laki, AW (55), yang meninggal dalam perawatan RS Hermina, dan dilaporkan meninggal 10.58 Wita. Sementara keempat, juga adalah laki-laki, RR (41), yang meninggal dalam perawatan RSUD AW Sjachranie.

“Keempat pasien yang meninggal hari ini, statusnya probable Covid-19. Untuk jenazah RR adalah warga Malaysia, dan akan dikremasi. Sedangkan untuk pasien meninggal di RS Hermina, dimakamkan di Serayu (pemakaman khusus kasus Covid-19),” terang Ifran.

Ifran menerangkan, dengan demikian, per hari ini sdh 33 pasien kasus Covid-19 yang dimakamkan sesuai protokol. “Benar, dua pasien meninggal terbaru adalah pasien ke-32 dan ke-33,” demikian Ifran. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *