aa
Empat rumah warga RT 09 Kelurahan Jawa amblas bersamaan terjadinya longsor di ruas jalan Sangasanga-Muara Jawa, Kamis (29/11/) sekira pukul 14.00 Wita.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Longsor yang terjadi di RT 09 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (29/11/2018) pukul 14.00 Wita tidak hanya membuat jalan Provinsi Kaltim yang menghubungkan Sangasanga-Muara Jawa terputus, tapi empat rumah warga juga terbawa longsor, sedangkan korban jiwa belum diketahui dan dalam penyelidikan Polsek Sangasanga.

Dalam laporan sementara saksi, Kabib Tohari  dan Mijan, keduanya warga RT 09, Kelurahan Jawa kepada Polisi dari Polsek Sangasanga, ada 4 rumah ikut terbawa longsor adalah milik Mulyadi,  Alian Indra Jaya,  Nardi, dan  Ahmad. “Akibat jalan putus, kini kendaraan dari arah Muara Jawa yang hendak ke Sangasanga, maupun sebaliknya terhenti,” kata Tohari.

Jalan Sangasanga-Muara Jawa Putus Akibat Aktivitas Tambang PT ABN

Warga  menduga terjadinya longsor yang memutuskan jalan dan membuat 4 rumah warga ikut amblas karena adanya aktivitas penambangan batubara oleh PT Adimitra Baratama Nusantara yang terlalu dekat ke badan jalan. “Penggerusan tanah di bawah badan jalan dan pemukiman mengkibatkan terja di longsor,” ujarnya.

aa
Sisi jalan dan permukiman yang amblas.

Sementara itu Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim, Pradarma Rupang juga meyakini terjadinyang longsor akibat penambangan batubara terlalu dekat dengan badan jalan dan permukiman penduduk. “Secara teknis memang begitu, karena tidak ada hujan lebat, terjadi longsor,” katanya.

Menurutnya, tidak adanya aturan yang jelas berapa jarak dari jalan umum dan permukiman melakukan aktivitas penambangan batubara menjadikan beberapa titik ruas jalan umum rawan longsor di Kecamatan Sangasanga. “Jalan longsor akibat adanya penambangan batubara  di Keluarahan Jawa bukan yang pertama dan bisa jadi bukan yang terakhir,” ujarnya. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *