Enam Kali Menjambret di Samarinda, Kaki Andika Ditembak

Andika (kanan) tersangka jambret yang sudah 6 kali menjambret tas wanita di saat melintas di kawasan sepi. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dua komplotan jambret, Andika (23) dan Fadli (25), dibekuk polisi kemarin. Salah satunya, Andika, diciduk di warnet. Dimana penangkapannya berujung timah panas di kaki kirinya. Keduanya diduga pelaku jambret tas wanita di 6 lokasi berbeda di Samarinda.

Keduanya dicari polisi usai aksi jambret tas wanita, di kawasan Jalan Bhayangkara, Minggu (19/7) pagi lalu. Ironinya, lokasi kejadian ulah nekat pelaku, tidak jauh dari markas polisi. Korban yang kehilangan tas berisi uang Rp4,1 juta dan handphone, melapor ke polisi.

“Dari laporan itu, kami lidik,” kata Kapolsek Samarinda Kota AKP M Aldi Harjasatya, dalam penjelasan resmi di kantornya di Jalan Bhayangkara, Kamis (6/8).

Penyelidikan 2 pekan berbuah hasil, dan mengarah ke Andika, seorang residivis yang baru 3 bulan ini keluar penjara. “Pelaku (Andika) kami amankan di warnet. Tapi ternyata dia sempat melawan, dan terpaksa kakinya kami lumpuhkan dengan timah panas,” tegas Aldi.

Tersangka jambret Andika dan Fadli (kanan) (Foto : Niaga Asia)

Aldi menerangkan, satu temannya Andika, Fadli (24), diamankan di lokasi berbeda. “Jadi, orang kedua (Fadli) yang kami amankan ini bertugas sebagai joki. Pelaku pertama sebagai eksekutor,” tambah Aldi.

Usut punya usut, kedua pelaku ternyata menggunakan motor curian untuk menjambret. Kondisinya pun sudah dipreteli, untuk menghilangkan ciri motor yang dicuri Fadli. “Dua motor pelaku diduga hasil curian, kami jadikan barang bukti,” terang Aldi.

“Mereka juga berbekal senjata tajam jenis badik. Jadi, sajam ini akan mereka gunakan kalau korban jambret mereka melawan. Tapi ini belum digunakan,” jelas Aldi lagi.

Andika dan Fadli dijebloskan ke penjara, dengan jeratan pasal 365 junto 363 KUHP tentang Pencurian. “Pelaku (Andika) ini adalah residivis, yang baru keluar April 2020 kemarin. Sementara ini, keduanya beraksi 6 kali menjambret di Samarinda kota,” sebut Aldi.

Andika mengakui perbuatannya. Sasarannya, adalah wanita yang melintas di kawasan sepi. “Memang saya amati, karena korban pakai tas samping. Uangnya (hasil) menjambret buat hidup sehari-hari,” kata Andika. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *