Enam Maling Motor di Samarinda Ditangkap, Salah Satunya Anak-anak

Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Ary Fadli memberikan keterangan pengungkapan kasus pencurian motor bersama tiga Kepala Polsek di Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Selasa 2 Agustus 2022 (niaga.asia/Saud Rosadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Kepolisian di kota Samarinda menangkap 6 pencuri motor termasuk penadah. Tujuh motor curian disita sebagai barang bukti. Satu dari 6 tersangka itu adalah anak bawah umur.

Kasus pencurian motor itu diungkap dalam tiga bulan terakhir sejak Mei 2022. Baik dari jajaran Polsek Samarinda Ulu, Polsek Samarinda Kota serta Polsek Sungai Pinang.

Keenam tersangka berasal dari 5 kelompok pencurian motor di 7 lokasi tempat kejadian perkara. Satu dari 6 tersangka adalah anak di bawah umur bertugas sebagai eksekutor pencurian.

“Untuk pelaku anak menjadi acuan kita adalah penyelesaian perkara di luar peradilan anak atau diversi,” kata Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Ary Fadli dalam pernyataan di kantornya Selasa.

Diversi berdasarkan Undang-undang No 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Modus para pelaku pencurian motor mulai dari merusak kunci motor, memanfaatkan kelengahan pemilik motor yang meninggalkan kunci terpasang di motor, serta memindahkan motor yang tidak terkunci stang.

Motor curian yang disita kepolisian sebagai barang bukti. Polisi menetapkan 6 tersangka dari kasus yang diungkap jajaran Polresta Samarinda, Polsek Sungai Pinang, Polsek Samarinda Ulu serta Polsek Samarinda Kota (niaga.asia/Saud Rosadi)

“Mendorong motor itu, disimpan di tempat tertentu kemudian diambil. Mereka melakukan siang dan malam hari. Mencari kesempatan dari kelengahan pemilik motor,” Ary menambahkan.

Dari enam tersangka di antaranya adalah residivis atau pernah menjalani hukuman penjara. Motor curian dijual ke Tenggarong di kabupaten Kutai Kartanegara, ke kota Balikpapan serta di sekitar kota Samarinda.

“Rata-rata mendapat keuntungan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per motor curian yang berhasil dijual,” kata Ary.

Petugas juga menyita 8 motor lainnya yang diduga hasil curian. Namun sejauh ini polisi belum menerima adanya warga yang melapor kehilangan motor yang dimuat dalam laporan polisi (LP).

“Dengan bukti kepemilikan yang jelas, motor-motor yang dicuri pelaku ini akan kita kembalikan kepada pemiliknya,” demikian Ary.

Keenam pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik di antaranya menerapkan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian disertai Pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: