banner kutim

aa
dr. Bahrani, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur.

SANGATTA.NIAGA.ASIA- Janji Bupati Kutim H Ismunandar untuk terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan di daerah terus diwujudkan. Derajat kesehatan masyarakat terus meningkat berkat fasilitas Puskesmas yang terakreditasi.

Paling baru, enam Puskesmas di Kabupaten Kutim berhasil menoreh prestasi membanggakan. Total sudah enam Puskesmas terakreditasi. Bahkan hebatnya, satu diantaranya Puskesmas Sepaso Kecamatan Bengalon  mampu meraih akreditasi Utama.” Capaian ini tak lepas dari keberhasilan program inovatif yang dilakukan Puskesmas di Kutim,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani.

Puskesmas lain yang mampu lulus akreditasi adalah, Puskesmas Sangkulirang dengan akreditasi  Dasar. Berikutnya dengan akreditasi Madya adalah Puskesmas Kaliorang, Rantau Pulung, Muara Ancalong,  dan Muara Wahau l. Lebih lanjut, Bahrani mengatakan, sejak dua tahun lalu secara keseluruhan sudah ada 12 dari 21 Puskesmas mendapatkan akreditasi. Sebanyak 10 Puskesmas terakreditasi madya, satu Puskesmas akreditasi Utama dan satu lagi masih akreditasi Dasar.

Bahrani menerangkan, pihaknya akan terus mengejar penilaian akreditasi hingga level tertinggi. Demi bisa memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Ada empat tingkatan akreditasi yang menjadi kategori penilaian,  yaitu, Paripurna, Utama, Madya dan Dasar.

“Untuk memiliki akreditasi utama harus memiliki sumber daya manusia (SDM) mumpuni. Serta sarana prasarana memadai dan juga program inovatif. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat maksimal, Puskesmas Bengalon telah mampu melaksanakan itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedepan Dinkes Kutim menargetkan predikat (akreditasi) paripurna. Namun ia mengingatkan bahwa untuk bisa meraih akreditasi ini merupakan tanggung jawab besar yang mesti direalisasikan bersama. Melalui pengelolaan administrasi yang rapi. Seluruh data dapat dilihat dari semua unit. Artinya tinggal klik saja di computer, maka akan langsung muncul data yang diperlukan. “Dengan semua itu, bukan mustahil untuk mendapatkan akreditasi paripurna nanti,” tandas Bahrani.

(hms15)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *