FFI Berminat Bangun PLTA di Bulungan dan Malinau

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan menteri terkait membahas investasi FFI di Kaltara. (Foto Diskominfo Kaltara)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA– PT  Fortescue Future Industries Pty Ltd (FFI),  anak perusahaan Fortescue Metals Group asal Australia yang bergerak di sektor pembangkit listrik  dan industri berminat berinvestasi di Kabupaten Malinau dan Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Pertemuan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta membahas investasi FFI di Kaltara,” kata Suwarsono, Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Data, dan Sistem Informasi DPMPTSP Kaltara, Senin, (3/5/2021).

FFI juga komitmen mengembangkan insdutsri hijau di Kaltara. Industri hijau ini dari awal sampai akhir akan zero carbon dioxide (nol karbondioksida, red). Jadi energi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air, red) yang bisa diperbarui akan memberikan dampak yang kecil pada lingkungan.

“Produk akhir dari PLTA nya pun tidak akan mengganggu lingkungan karena berbentuk amonia sintetis,” terang Suwarsono.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi PLTA yang akan menjadi sumber energi industri hijau ini masih belum diketahui dan sedang dalam proses survei di beberapa lokasi.

“Terkait dengan lokasi, itu sedang dalam proses survei. Ada dua kabupaten yang mereka pilih sebagai lokasi PLTA, yaitu Bulungan dan Malinau. Di dua kabupaten itu ada beberapa titik koordinat lokasi yang akan mereka pilih, tapi kalau industrinya tetap pada kawasan industri di Tanah Kuning dan Mangkupadi,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Suwarsono, pihak FFI memberikan investasi awal sebesar 70 juta dolar dalam kegiatan survei lokasi. Diperkirakan survei lokasi ini akan berjalan kurang lebih selama dua tahun, tergantung dengan situasi dan kondisi.

“Kemudian mengenai nilai investasi mereka secara keseluruhan itu sangat besar, sekitar 10-12 miliar dolar dengan estimasi menyerap tenaga kerja sekitar 5.000 orang. Pihak FFI sangat konsentrasi dalam memberdayakan masyarakat setempat,” jelasnya.

“Mereka hari ini ada rencana pertemuan dengan Bapak Gubernur, berkaitan dengan perizinan yang mereka ajukan. Di samping itu, siang ini juga ada rapat secara virtual dengan Menko (Meteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, red) bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) yang terkait di daerah tingkat provinsi maupun kabupaten,” pungkas Suwarsono.

Sumber : Dinas Kominfo Kaltara | Editor : Rachmat Rolau

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *