Forum Engineering Siap Kawal Pembangunan IKN Nusantara

Anggota FSEN saat mengunjungi kawasan titik nol IKN Nusantara, Kamis (3/3/2022). (Foto FSEN)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA –Forum Socio Engineering Nusantara (FSEN) Kalimantan Timur menyatakan siap mengawal pembangunan di IKN Nusantara, sebagaimana telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 3/2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur pada 15 Februari 2022.

“Di dalam FSEN terdapat 16 bidang yang ditekuni, sehingga masing-masing bidang ini siap mengawal pembangunan IKN Nusantara yang telah diputuskan di bumi Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Ketua FSEN Heru Cahyono di Samarinda, Sabtu, (5/3/2022).

Ke-16 bidang pembangunan IKN Nusantara yang siap dikawal pihaknya itu adalah bidang Hukum dan Advokasi, Geologi dan Iklim, Permukiman dan Kawasan, Lingkungan dan Kehutanan, Struktur Bangunan Besar, Perencanaan Transportasi.

Kemudian bidang Litbang dan Pengorganisasian, Mitigasi dan Pertanahan, Arsitektur dan Perencanaan Kota, Forensik, Bendungan dan Irigasi, Banjir dan Bencana Alam, Sosial dan Budaya, Perencanaan Tata Ruang, Prasarana Air Bersih, serta bidang Perencanaan Strategis dan SDM.

Menurut Heru, di dalam FSEN berhimpun intelektual muda  yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang  minimal bergelar master, bahkan beberapa di antaranya bergelar doktor, sehingga mereka merupakan aset sumberdaya manusia Kaltim yang potensial.

“Mereka merasa bertanggungjawab dan terpanggil untuk terlibat dalam pembangunan seiring ditetapkannya Kaltim sebagai IKN Nusantara. Keinginan kami adalah ingin menyukseskan perpindahan IKN,” katanya.

Heru menambahkan,  ada sekitar 20 orang sebagai pendiri FSEN. Forum ini bersifat inklusif (terbuka), kolaboratif, dan akan terus merekrut dan bekerjasama dengan berbagai pihak baik perguruan tinggi, pemerintah, hingga ahli sosial budaya di Kaltim.

Pendirian FSEN berawal dari gagasan sekelompok akademisi, praktisi teknik, dan praktisi sosial budaya di Kaltim yang siap mendukung serta terlibat dalam proses pembangunan IKN Nusantara.

“Keterlibatan FSEN dalam pembangunan IKN bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga mulai dari proses rancangan, perencanaan, hingga saran kepada pemerintah pusat melalui Bappenas dan Badan Otorita IKN,” ungkapnya.

Khususnya dalam rekayasa dan embrio mitigasi forensik struktur perkotaan hingga sosial budaya melalui kajian, penelitian, pelatihan, mediasi, advokasi, dan diskusi dalam bidang teknik rekayasa bangunan tata ruang struktur dan pembangunan IKN baru.

“FSEN  didirikan juga untuk memberikan solusi terbaik bagi pemerintah dan lembaga lain dalam permasalahan perencanaan IKN Nusantara. FSEN merupakan forum resmi yang telah memiliki akta notaris dan akan diproses lebih lanjut di Kemenhumkam,” ujar Heru. (gh).

 

Tag: