aa
Muzakkir (baju merah berkacamata, kelima dari kiri) bersama pejabat Pemkab Nunukan saat launching usaha simpan pinjamnya di Sebatik, 7 September 2018 lalu. (Foto Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pengelola usaha simpan pinjam CV Sahabat Utama di Sebatik, Musakkir bin Lempong (46), warga Bulukumba dan Muhtazan, warga Sebatik dilaporkan Hamdia ke Posek Sebatik  dengan alasan telah melakukan penipuan.

Hamdia dalam laporannya mengaku sertifikatnya tanahnya telah diagunkan Musakkir dan Muhtazan ke Bankaltimtara senilai Rp200 juta. “Keduanya semula berencana membeli tanah saya dan minta menyerahkan sertifikat, tapi tanah saya belum dibayar, malahan oleh keduanya digadaikan ke bank,” kata Hamdia, Rabu (6/2).

Menurut korban, Hamdia, dia baru mengetahui sertifikatnya digadaikan ke bank setelah menerima surat dari Bankaltimtara, isinya minta mencicil tagihan atas pinjaman sebesar Rp200 juta. Luas tanahnya yang digadaikan Musakkir dan Muhtazan itu 3 hektar. Letaknya di Desa Setabu.

“Uang tanah saya belum dibayar, malahan digadaikan keduanya ke bank,” ujarnya. Atas persoalan itu, kata Hamdia, dia telah meminta pertanggungjawaban Muhtazan, tapi karena tidak ada kata sepakat, maka dilaporkannya ke Polisi.

Atas pengaduan Hamdia itu, Polsek Sebatik melakukan penyelidikan dan penyidikan. Perkembangan terbaru adalah, Polisi menahan Muhtazan dan Musakkir karena tidak ditemukan dimasukkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

Koperasi Sahabat Utama Sebatik resmi berdiri pada 7 September 2018. Peresmian dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Nunukan seperti Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Robby Nahak Serang, Bagian Keuangan Pemkab Nunukan, H Asmar, Kepala Satpol PP Nunukan Abdul Kadir, Ketua Kadin Nunukan Irsan Humokor, Camat dan sejumlah warga di Sebatik.

Untuk launching koperasinya itu, Musakkir dan Muhtazan menghabiskan puluhan juta rupiah bahkan mengundang pejabat daerah agar usahnya mendapat kepercayaan masyarakat. Janji-janjinya adalah ingin berinvestasi dan memberikan pinjaman modal usaha ke masyarakat Sebatik.

Musakkir selain mendirikan koperasi dengan nama Sahabat Utama, juga direktur di CV Sahabat Utama. Saat laounching dia mengatakan memberikan pinjaman modal usaha dengan bungan 2 persen per bulan. Sejak berdiri, banyak yang mengajukan pinjaman tapi tidak ada yang cair, malahan berita yang terdengar, Hamdia yang tertipu.

Terkait persoalan Koperasi Sahabat Utama itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Nunukan ,Roby Nahak mengaku telah merima informasi perihal penipuan oleh Sahabat Utama Sebatik dan itu sangat disayangkan karena merugikan banyak pihak. “Saya hadir launching karena diundang. Saya berpikir politif dengan investor yang bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.” Pihak-pihak yang merasa dirugikan silahkan membuat laporan kerugian, serahkan segala sesuatunya kepada kepolisian,” sambungnya. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *