Gadis Difabel Nunukan Dirikan Cafe Tuli dan Kampanyekan Kesetaraan

Winda memperlihatkan lukisan aksara hasil karyanya di dinding Deaf Cafe untuk belajar bahasa isyarat disabilitas tuna rungu (Foto: Budi Anshori/niaga.asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Berkarya dan menciptakan inovasi adalah sifat manusiawi. Namun keinginan ini seringkali dikalahkan oleh keterbatasan fisik seseorang dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

Tidak sedikit penyandang disabilitas (difabel) menyembunyikan dirinya dari kehidupan sosial. Rasa malu memiliki kekurangan dan keterbatasan menjadi beban mental dan akhirnya mengurung diri tanpa berusaha untuk maju.

Perilaku seperti ini sepertinya tidak berlaku bagi Winda (26), gadis difabel yang berprofesi sebagai desainer asal Nunukan ini, memiliki banyak karya dan prestasi tidak hanya di bidang fashion.

Winda bisa dikatakan difabel pelopor yang bercita-cita menyetarakan semua golongan tanpa melihat kekurangan dan kelebihan manusia.

Lewat karya-karyanya, Winda pernah meraih Juara I lomba lagu kebangsaan tingkat nasional HUT Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020. Tidak berhenti di situ, Winda sering terlibat berkumpul bersama puluhan orang disabilitas sekedar berbagi ilmu.

Tidak sedikit teman-temannya akhirnya mahir menggunakan bahasa isyarat yang diajarkan Winda.

Ketekunannya pada dunia usaha dan bersosialisasi mendapat perhatian PT PLN (Persero), di mana pada tahun 2021 memberikan bantuan pendanaan sebesar Rp 53 juta untuk modal usaha bagi penyandang disabilitas.

“Winda berkesempatan mendapatkan dana CSR melalui PT PLN persero untuk mendirikan usaha Deaf Cafe,” kata Manajer UPL PT PLN Nunukan Choirul Anwar kepada niaga.asia, Senin (07/02/2022).

Anwar menyebutkan, munculnya inisiatif membantu penyandang tuna rungu berawal dari keinginan Winda mendirikan cafe tuli dengan motto buta aksara.

Melalui usaha ini diharapkan kelompok disabilitas bisa berinteraksi dan bersosialisasi sesama teman-temannya.

Penyandang tuna rungu yang lebih bangga disebut tuli bisa berkumpul di Deaf Café tidak sebatas minum dan makan. Di cafe ini kelompok disabilitas kiranya dapat menciptakan inovasi cerdas layaknya orang normal.

“Tahun 2021 ada dua orang disabilitas diberikan bantuan. Di tahun yang sama disalurkan pula CSR untuk pengelolaan masjid di Nunukan dan Sebatik,” terang Anwar.

Winda sudah sepatutnya mendapat perhatian, karena mampu mengembangkan bakat dan kreativitas yang ada dalam dirinya, memiliki kemampuan luar biasa melebihi orang normal.

“Owner Deaf Cafe memiliki banyak keahlian fashion, melukis, olahraga dan fotogenik, pernah menjuarai beberapa lomba tingkat nasional kelompok disabilitas,” jelas Anwar.

Sementara itu, Barnece Mary, orangtua dari Winda mengatakan, keinginan anaknya mendirikan cafe tuli telah lama ada dalam pikirannya dengan konsep berbagi kepada sesama semua masyarakat. Terutama orang tidak mampu.

“Sebagian penghasilan Winda dari usahanya dibagikan ke masyarakat. Apapun dia punya dibagikannya kepada orang tidak mampu,” tuturnya.

Begitu pula dengan usaha Deaf Cafe. Winda telah meniatkan jika usaha sudah lancar maka tiap Jum’at membagikan nasi kotak kepada masyarakat kurang mampu. Termasuk kepada Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ).

Dalam kesehariannya, Winda yang memiliki sifat penuh kasih seringkali pembagian uang dan benda kepada orang-orang tua dan miskin yang ditemuinya di pinggir jalan. Ketulusan hatinya berbagi itulah yang mungkin alasan Tuhan memberikannya rezeki lebih.

“Mungkin sudah janji Tuhan memberikan rezeki lebih kepada Winda dan sudah keharusan pula membagikan rezeki ke sesamanya. Doakan Winda selalu bisa bermanfaatkan bagi kita semua,” pungkasnya.

Prestasi Winda Penyandang Disabilitas Nunukan :

• Memulai karier di bidang fashion tahun 2015
• Mendirikan rumah kreatif Tuna Rungu Nunukan tahun 2017
• Juara I Nasional kontes model Indonesia tahun 2020
• Juara I Nasional cover lagu nasional versi Bisindo tahun 2020
• Juara II Nasional fotogenik Disabilitas tahun 2021
• Medali perak Lari Estafet Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2021

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: