Gantikan Yusniar Juliana, Mas’ud Rifai Resmi Jabat Kepala BPS Kaltim

Serah terima jabatan Kepala BPS Kaltim dari Yusniar Juliana ke Mas’ud Rifai, Rabu 28 Januari 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur resmi memulai babak baru kepemimpinan.
Mas’ud Rifai kini resmi menjabat sebagai Kepala BPS Kaltim, menggantikan Yusniar Juliana yang telah menjabat sejak 2022 lalu.

Rifai menerangkan, memasuki lingkungan kerja yang baru ini, diperlukan sinergi dan kerja sama yang terbangun baik dengan para rekan kerja di BPS Kaltim, untuk menyajikan data yang terukur secara akurat.

“Teman-teman saya lihat tadi sangat dinamis, progresif, dan penuh inovasi. Ini menjadi modal besar bagi BPS untuk meningkatkan pelayanan penyajian data, baik untuk pemerintah maupun masyarakat,” kata Rifai di Kantor BPS Kaltim, Jalan Kemakmuran, Samarinda, dalam acara pisah sambut dan serah terima jabatan, Rabu 28 Januari 2026.

Rifai mengaku meski telah berpengalaman menjabat sebagai Kepala BPS Kalimantan Utara sebelumnya, dia menyadari tantangan di Kaltim memiliki kompleksitas tersendiri, terutama terkait luas wilayah. Dia menekankan pentingnya adaptasi cepat, agar dukungan data terhadap kebijakan daerah tetap akurat dan terjaga.

“Dengan sumber daya manusia yang ada dan prinsip kerja yang terus improvement, saya optimistis BPS di Kaltim ke depannya dapat bekerja lebih maksimal dalam mendukung pengukuran dan penyajian data-data pembangunan, sehingga kebijakan yang diambil daerah bisa terjaga keakuratannya,” ujar Rifai.

Dalam waktu dekat, BPS Kaltim akan fokus pada pengukuran struktur ekonomi serta kondisi sosial ekonomi masyarakat melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas),
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas),
Survei Inklusivitas Keuangan, dan
Sensus Ekonomi yang dimulai pada Mei 2026 nanti.

Selain itu, BPS juga fokus pada pemetaan pertumbuhan perekonomian Kaltim yang didukung oleh berbagai sektor, terutama pertambangan, yang merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan perekonomian Kaltim.

“Namun saat ini tantangan kita di Kaltim, batu bara sedang mengalami pelemahan secara internasional. Ada kecenderungan penurunan ekspor karena melemahnya permintaan global,” demikian Mas’ud Rifai.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: