
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemkot Samarinda mendesain tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Bung Tomo dekat Jembatan Mahkota IV tidak lagi menghadap ke taman bersantai, sebagai respons keluhan pengunjung berkaitan aroma sampah di TPS itu.
Sebelumnya, letak pintu masuk pembuangan sampah berada kurang dari 50 meter dari area taman. Kini, akses itu ditutup dan dialihkan ke sisi belakang yang menghadap langsung ke Sungai Mahakam.
Perubahan posisi TPS ini membawa dampak estetika dan kenyamanan di ruang terbuka hijau itu. Pengunjung kini dapat bersantai di kursi taman yang telah disiapkan, sembari melihat pemandangan Sungai Mahakam tanpa terganggu polusi udara dari aroma sampah.
Apalagi, taman ini sudah dilengkapi dengan kursi yang nyaman, lampu taman yang estetik, serta pepohonan rindang yang memberikan kesejukan.
Salah satu warga setempat, Fatma, 22 tahun menerangkan, taman kembali dikunjungi masyarakat terutama di sore hari, sejak pintu TPS dialihkan jauh dari lokasi taman. Pengalihan akses masuk TPS ini dilakukan sejak Februari 2026 lalu.
“Pemindahan akses masuk TPS ini sudah satu bulanan (Februari) dipindah kebelakang, jadi mutar kesana. Masyarakat juga sekarang ada jam-jamnya untuk buang sampah,” kata Fatma, Jumat 27 Maret 2026.
Selain pemindahan akses, Pemkot Samarinda juga menerapkan aturan ketat mengenai waktu pembuangan sampah, guna menjaga kebersihan visual taman. Pemerintah kini memasang palang besi, pada akses masuk kendaraan jika TPS belum dibuka.
Untuk waktu pembuangan sampah sendiri mulai pukul 18.00 Wita hingga 06.00 Wita pagi keesokan hari. Namun untuk hari Jumat, TPS ini buka lebih cepat pukul 17.00 Wita.

“Nanti palang besinya dibuka kalau sudah jamnya (jam buang sampah),” terangnya.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan penataan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan ruang terbuka publik yang terintegrasi dengan fasilitas sanitasi yang layak.
Perubahan arah posisi akses masuk TPS itu pun sudah dilakukan penanganan, sehingga tidak berhadapan langsung dengan taman guna memastikan kenyamanan pengunjung taman dan menjaga estika kota.
Penataan ini tentunya akan terus berlanjut, sebab pembangunan taman itu belum sepenuhnya rampung sesuai desain awal karena kererbatasan anggaran. Saat ini, pembangunan baru menyerap dana setengahnya dari total kebutuhan pembangunan sekitar Rp6 miliar.
“Semoga tahun depan (2027) kita bisa membangun keseluruhan bentuk taman ini sesuai desainnya. Kemarin baru kita anggarkan Rp3 miliar, sehingga belum terbangun sepenuhnya saat ini,” demikian Andi Harun.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Pemkot SamarindaSamarindaSampahTaman Bau Sampah