Anggota DPRD asal Krayan Gat Kalep (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Anggota DPRD Nunukan dari Daerah Pemilihan Krayan, Gat Kalep minta barang yang dikirim ke Krayan menggunakan fasilitas SOA (Subsidi Ongkos Angkut) dari Pemerintah Kabupaten Nunukan benar-benar barang kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng, dan susu untuk balita, the serta kopi.

“Jangan kirim tisu dan aneka macam mie ke Krayan menggunakan dana subsidi, karena kedua barang itu bukan kebutuhan pokok, rakyat tidak makan tisu,” kata Gat Kalep dari Partai Demokrat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Nunukan dengan Dinas Perdagangan Nunukan yang dipimpin Ketua DPRD Nunukan Hj. Rahma Leppa, Selasa (14/07).

Masyarakat Krayan mulai bulan April kesulitan mendapat bahan pokok karena adanya kebijakan lockdown di Malaysia, barang kebutuhan pokok tidak bisa masuk dari Malaysia ke Krayan. Dari itu barang yang diangkut dengan fasilitas SOA, utamakan barang-barang kebutuhan pokok.

Menurut Gat Kalep, karena perdagangan lintas batas di Krayan ditutup Malaysia, terhitung sejak April 2020, warga perbatasan Indonesia di Kecamatan Krayan praktis hanya mengharapkan kebutuhan pokoknya disuplai Nunukan, Kalimantan Utara, yang dikirim melalui  penerbangan yang disubsidi Pemkab Nunukan (SOA).

“Masyarakat butuh gula, minyak goreng, teh, kopi dan susu untuk balita,” terangnya.

Barang yang dikirim dengan SOA hendaknya item yang urgen dan bisa menopang kebutuhan masyarakat sehari-hari, bukan barang yang yang hanya menguntungkan segelintir orang, atau pedagang.

Gat Kalep menjelaskan, barang yang dikirim ke Krayan menggunakan subsidi pemerintah harus barang yang penting-penting saja, sesuai dengan yang yang dibutuhkan masyarakat. Pedagang  yang ditunjuk pemerintah mendistribusikan barang ke Krayan harusnya memperhatikan item barang yang benar-benar dibutuhkan saat ini oleh masyarakat.

Barang yang dikirim beberapa hari lalu,  kata Gat Kalep, banyak tisu, mie instant, pop mie gelas. Produk tisu, indomie, pop mie gelas bukanlah barang mendesak, kalaupun dibutuhkan, tidak semua masyarakat memerlukannya

“Barang yang kosong dan diperlukan masyarakat Krayan saat ini gula, minyak makan, teh, kopi dan susu untuk balita. Kelima barang itu yang seharusnya diperbanyak pengirimannya dari Nunukan,” kata Gat Kalep.

Menurut Gat Kalep, Pemkab Nunukan harusnya mengawasi dengan ketat barang yang dikirim pedagang ke Krayan dan menentukan jenis-jenis barangnya sesuai yang diperlukan masyarakat, sehingga SOA benar-benar menolong rakyat dan subsidi ongkos angkut tidak mubazir.

“Kita tidak ingin program SOA hanya menguntungkan segelintir orang,” tegasnya.

Dalam mengatasi kelangkaan gula, susu, the, dan kopi di Krayan, kata Gat Kalep,  tokoh masyarakat melakukan pendekatan  kultural, mereka bermohon ke Malaysia bisa melonggarkan sedikit jalur pintu keluar masuk untuk pedagang perbatasan mendistribusikan kebutuhan pokok.

Pendekatan kultural ditanggapi oleh Datuk Gerawat di Malaysia,  dengan berjanji akan membicarakan dengan timbalan ketua menteri Serawak yang bertanggungajwab atas pergerakan antara sempadan Serawak dan  menteri Perdagangan Malaysia.

“Kami pribadi sudah melalukan upaya-upaya pendekatan kekeluargaan dengan teman-teman di Malaysia, tapi tentunya butuh proses,” tuturnya.

Janji akan koordinasikan

Menanggapi aspirasi anggota DPRD Nunukan, Kepala Dinas Perdagangan Nunukan H. Dian Kusumanto berjanji melakukan koordinasi lebih intens dengan agen penyalur barang subsidi dan pihak maskapai, termasuk pihak kecamatan di Krayan.

“Pengiriman SOA barang sisa 10 flight dari 17 flight pertahunnya. Sebelum mengirim barang, kami sudah berkomonikasi dengan camat, list barang itulah yang kami sampaikan ke agen,” jelasnya.

Kedepan, kata Dian, Dinas Perdagangan lebih meneliti dan mengawasi pergerakan barang SOA. Krayan sendiri memiliki prospek besar memproduksi teh dan kopi serta gula merah tebu, bahkan tanaman kopi disana dilepas presiden Jokowi.

“Terima kasih kritik dewan, kami upayakan perketat pengawasan SOA barang, kalau memungkinkan diusulkan penambahan SOA di APBD perubahan,” ungkapnya. (advetorial)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *