Gerak Cepat Kodim Nunukan Evakuasi Pilot Pesawat Jatuh di Krayan

Personil Koramil 0911-06/Krayan evakuasi jasad pilot Pelita Air AT PK-PAA Capten Hendrick L Adam setelah pesawat yang dipilotinya alami kecelakaan. (Foto : Kodim Nunukan/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Personel Koramil 0911-06/Krayan diterjunkan dalam evakuasi  Capt. Hendrick L. Adam, pilot pesawat Pelita Air AT PK-PAA pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang jatuh di hutan antara Kampung Baru dan Pa’ Bettung, Krayan, hari ini.

Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nunukan, Letkol Inf Tony Prasetyo, mengatakan, insiden kecelakaan udara pesawat terjadi dalam penerbangan dari Long Bawan ke Tarakan. Pesawat tersebut biasa mengangkut BBM dari Tarakan ke Krayan. Kecelakaan yang terjadi, Kamis (19/02/2026) pukul 13.05 Wita, menyita perhatian nasional karena dalam misi distribusi BBM untuk wilayah perbatasan Indonesia.

“Saya terima informasi pesawat jatuh di Krayan, kami langsung perintahkan personel disana membantu pencarian dan evakuasi cepat,” kata Tony pada Niaga.Asia, Kamis (19/02/2026).

baca juga:

Kecelakaan di Krayan, Pilot Pesawat Pengangkut BBM Ditemukan Tewas

Instruksi pengerahan aparat kewilayahan TNI AD untuk bergerak cepat sebagai bentuk perhatian Kodim 0911 Nunukan, dalam misi kemanusian yang dipimpin langsung Danramil 0911-06/Krayan, Letnan Dua Inf Supardi.

Tim penyelamatan sendiri terdiri para Babinsa, personel Satgas Pamtas RI-Malaysia wilayah Kalimantan Utara, sektor barat Yonarmed 4/Parahyangan dan dibantu unsur pemerintah kecamatan serta masyarakat Krayan.

“Tim berhasil mencapai titik lokasi dalam waktu singkat, disana terlihat kerusakan yang cukup parah terhadap Pesawat karena terbakar hebat,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, pilot pesawat Pelita Air AT PK-PAA bernama Capt. Hendrick L. Adam, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar.

Paska menemukan keberadaan pesawat dan pilot, personel Koramil 0911-06/Krayan bersama instansi terkait melakukan pengamanan ketat di sekitar area jatuhnya pesawat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi ledakan susulan.

“Antisifasi ledakan susulan ini bertujuan mencegah terjadinya kebakaran hutan yang lebih luas di wilayah Krayan,” jelasnya.

Hingga saat ini Kodim Nunukan masih terus koordinasi intensif dengan pihak maskapai dan otoritas bandara guna proses evakuasi lanjutan serta investigasi penyebab terjadinya kecelakaan udara. Sedangkan jasad pilot sudah dibawa ke RS Pratama Krayan

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: