Gereja Unifikasi

Sun Myung Moon, pendiri Gereja Unifikasi meninggal pada usia 92 tahun, 15 September 2012 di Korea Selatan. (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gereja unifikasi dikenal juga dengam nama resmi Family Federation for World Peace and Unification. Ini didirikan di Korea Selatan (Korsel) pada tahun 1954 oleh Sun Myung Moon, seorang mesias yang menyatakan diri anti-komunis.

Ia telah mendapatkan perhatian media global karena pernikahan massalnya. Kala itu, Sun Myung Moon menikahkan ribuan pasangan sekaligus.

Gereja ini memiliki afiliasi,  termasuk dengan surat kabar harian di Korsel, Jepang dan Amerika Serikat (AS). Salah satunya media konservatif Washington Times.

Menurut sejumlah sumber, sebenarnya kakek Abe dari ibunya, Nobusuke Kishi, orang dekat Moon. Ia adalah ketua eksekutif kehormatan pada jamuan makan yang diselenggarakan oleh Moon, melalui Federasi Internasional untuk Kemenangan Atas Komunisme.

Moon sendiri meninggal pada tahun 2012. Juru bicara Gereja mengatakan memiliki sekitar 600.000 anggota di Jepang, dari 10 juta secara global.

Sebenarnya, para kritikus selama bertahun-tahun mengatakan gereja itu adalah aliran sesat. Kelompok kontra mempertanyakan ke mana uang yang disetor jamaah dipakai.

Gereja menolak pandangan seperti itu. Pengurus mengatakan itu adalah gerakan keagamaan yang sah.

Sementara, bekas Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe sendiri diketahui berpandangan konservatif. Meski disebut pengurus bukan anggota, ia muncul di sebuah acara yang diselenggarakan oleh organisasi yang berafiliasi dengan gereja September tahun lalu.

Di sana, ia menyampaikan pidato memuji kerja afiliasi tersebut menuju perdamaian di semenanjung Korea. Hal itu bahkan dimuat di website gereja.

Sebelumnya, bekas Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe ditembak Jumat (08/07/2022) lalu saat berpidato di kota Nara, Jepang Barat. Ia ditembak dua kali dari belakang dengam shotgun dan tidak selamat meski dilarikan ke rumah sakit.

Penembak  Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami menembak Abe,  bukan bagian dari gereja unifikasi. Ia sebelumnya pernah bekerja di Angkatan Laut Jepang.

Menurut pengakuan Tetsuya Yamagami, motifnya menembak mati Abe adalah terkait dengan dendam pribadinya. Orangtuanya mengalami kesulitan hidup atau ekonomi, dengan kata lain bangkrut setelah menjadi anggota organisasi keagamaan bernama Gereja Unifikasi Jepang atau yang dikenal juga dengan sebeutan Federasi Keluarga untuk Perdamaian Dunia dan Unifikasi.

Yamagami mengaku hidupnya susah setelah sang ibu, menggelontorkan sebagian besar harta keluarga untuk donasi ke gereja tersebut.

Didirikan Moon Syun Myung

Gereja Unifikasi asal usulnya dari T’ongil-gyo, sebuah gerakan mesianik di Korea yang didirikan oleh Moon Syun Myung. T’ongil-gyo adalah bahasa Korea dari Gereja Unifikasi. Gerakan mesianik ini percaya bahwa pada hari terakhir, Tuhan dari Adven kedua akan datang untuk melengkapi misi Yesus yang belum tuntas. Kemudian, Tuhan dari Adven kedua itu akan mendirikan kerajaan surga di bumi ini.

Moon dilahirkan di  Korea Utara, pada tanggal 6 Januari 1920. Menurut Moon, pada saat  Paskah tahun 1936, Yesus menampakan diri kepadanya. Yesus mengatakan kepada Moon, bahwa Moon terpilih untuk melengkapi tugas Yesus yang belum selesai di dunia ini.

Moon percaya bahwa Yesus Kristus gagal dalam menyelesaikan misi-Nya. Moon mengakui bahwa dirinya mempunyai karunia penglihatan dan spiritual sejak ia lahir. Ia mengaku, sering kali berhubungan dengan Buddha, Khrisna dan Musa. Karena klaim telogisnya ini, pada tahun 1948, Moon diekskomunikasikan oleh gereja Presbiterian di Korea.

Gereja Unifikasi gemar menyelenggarakan pernikahan massal dan “memaksa” anggotanya memberikan sumbangan. (AFP/Park Mee-hyang/CNN Indonesia)

Karena diekskomunikasikan oleh Gereja Presbiterian, pada tahun 1954, Moon membentuk T’ongil-gyo. Dalam bahasa Inggris, gereja ini disebut sebagai the Holly Spirit Association for the Unification of World Christianity.  Kesempatan kemunculan T’ongil-gyo ini juga turut dirangsang oleh pertikaian teologis yang terjadi pada gereja-gereja di Korea saat itu.

Pada tahun 1957, Moon menulis dan menerbitkan buku yang berjudul Wolli Kagnon (Penjelasan Prinsip Illahi). Isi buku ini adalah penafsiran Moon terhadap Alkitab. Moon menjelaskan bahwa kematian Yesus hanya membawa keselamatan spiritual dan tidak membawa keselamatan jasmani.

 Ia mengacu Wahyu 7:2 dan menyatakan bahwa dirinya adalah inkarnasi Allah dari Timur (Korea). Moon menganggap seluruh dunia berada di dalam tangannya. Ia menganggap dirinya lebih besar dan lebih mulia dari Yesus.

Menurut Moon, kehidupan rakyat Korea paralel dengan kehidupan bangsa Israel. Bangsa Israel menderita dalam perjalanan di padang gurun selama 40 tahun. Bangsa Korea juga menderita di bawah pemerintahan Jepang selama 40 tahun.

Oleh karena itu, cita-cita Moon adalah mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Kerajaan Allah ini akan diperintah oleh Moon sendiri. Oleh karena itu, cita-cita Moon adalah mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Kerajaan Allah ini akan diperintah oleh Moon sendiri.

Menurut James, Gereja ini berkembang dengan sangat cepat di Korea Selatan. Pada akhir tahun 1955, sudah ada 30 gereja di Korea Selatan. Pada tahun 1958, gereja ini mengirimkan misionaris ke Jepang. Pada tahun 1959, misionaris dikirim ke Amerika.

 Pada tahun 1970, pertumbuhan gereja ini di Amerika Serikat sudah sangat pesat. Pada tahun 1994, Gereja ini mengaku bahwa jumlah jemaatnya di Korea mencapai 550.000 orang dengan 1216 pendeta dan 502 gereja lokal.

Sun Myung Moon (lahir 25 Februari 1920, ada sebagian mengatakan 6 Januari 1920) adalah seorang pendeta. Moon adalah pencetus dan salah satu pengarang dari Prinsip Ilahi dan bersama istrinya, Hak Jan Han, merupakan salah satu pemimpin dari Gerakan Unifikasi (Gerakan Penyatuan Kembali), yang mencakup Federasi Antar Agama dan Internasional untuk Perdamaian Dunia (IIFWP), Federasi Perdamain Universal, dan banyak organisasi lainnya.

Moon  juga terkenal karena sejak 1960 telah mengadakan Upacara Pemberkatan, yang sering kali disebut “pernikahan massal”; dan karena mendirikan surat kabar Washington Times pada 1982.

Nama Sun Myung Moon saat dilahirkan adalah Moon Yong-myung . Ketika dewasa ia mengganti namanya (menjadi Sun-myung). Bahasa Hanja untuk nama keluarga. “Moon” berarti “kata” atau “literatur” dalam bahasa Korea. Huruf untuk “sun” berarti “segar”. Huruf untuk “myung”  yang merupakan salah satu dari nama kecilnya, berarti “terang”.

Anggota-anggota Gereja Unifikasi menyebut Pendeta Moon “Bapak” (singkatan dari “Bapak Sejati) “). Sebagian pendeta yang baru-baru ini bergabugn dengan Gereja Unifikasi kini menyebutnya “Bapak Moon”. Gelar-gelar serupa digunakan untuk istrinya.

Tetsuya Yamagami yang diduga membunuh mantan PM Jepang Shinzo Abe, dikawal petugas polisi saat ia dibawa ke jaksa, di kantor polisi Nara-nishi di Nara, Jepang barat. Foto ini diambil oleh Kyodo 10 Juli 2022. (Kredit Foto Kyodo melalui REUTERS)

Pada konferensi-konferensi ilmiah bentuk “Dr. Moon” juga digunakan sejak Pdt. Moon mendapatkan gelar kehormatan dari Sekolah Teologi Shaw.

Hidup di Korea

Moon dilahirkan di Sangsa-ri, Deogun-myun, Jeongju-gun, Provinsi P’yong’an Utara, Korea (kini Koera Utara)) dari orang tuanya Moon Kyung-yoo dan Kim Kyung-gye. Keluarga Moon menganut kepercayaan tradisional Konfusianisme, tetapi menjadi Kristen ketika ia berusia sekitar 10 tahun.

Tahun-tahun SMA Moon dilewatinya di sebuah asrama sekolah di Soul, dan belakangan di Jepang, tempat ia belajar teknik elektro. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, ia kembali ke Korea dan mulai memberitakan pesan-pesannya.

Moon ditangkap pada 1946 oleh pejabat-pejabat Korea Utara. Gereja menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan itu muncul dari rasa iri dan tidak suka dari pendeta-pendeta gereja lain setelah anggota-anggota mereka tidak lagi memberikan persepuluhan mereka kepada gereja-gereja mereka yang lama setelah bergabung dengan jemaat Sun Myung Moon.

Polisi memukulinya dan meninggalkannya karena mengira ia sudah mati, tetapi seorang muridnya yang berusia remaja, Wong Pil Kim, merawatnya hingga kesehatannya pulih kembali.

Moon ditangkap lagi dan dikenai hukuman penjara lima tahun. Pada 1948 Moon dikirim ke kamp kerja paksa Heung-Nam, dan di sana para tahanan secara rutin dipaksa bekerja hingga mati dengan jatah makanan yang sangat sedikit.

Moon mengatakan bahwa ia selamat berkat perlindungan Allah atas dirinya, dan kebiasaannya untuk menghemat setengah dari jatah minumannya untuk mencuci bahan kimia yang berbahaya dari kulitnya setelah bekerja sepanjang hari mengantongkan dan memuat pupuk kimia dengan tangan telanjang. Setelah menjalani hukumannya selama 34 bulan, ia dibebaskan pada 1950 ketika pasukan-pasukan PBB masuk ke kamp itu dan para penjaganya melarikan diri.

Tak lama setelah meloloskan diri dari Korea Utara, ia berusaha menggunakan sejumlah mata uang Korea Utara di Korea Selatan. Ia dibebaskan setelah bekas guru taman kanak-kanaknya memberikan vouched for him. Setelah dipastikan bahwa Moon berada di kamp tahanan Korea Utara selama perang.

Pada 1954, ia mendaftarkan ‘Perhimpunan Roh Kudus untuk Penyatuan Kekristenan se-Dunia di Seoul’ (juga dikenal sebagai Gereja Unifikasi).

Pemimpin Gereja Perdamaian Dunia dan Unifikasi, Moon Hyung Jin (tengah berbaju hitam) memimpin upacara pernikahan, dan pembaruan janji perkawinan 250 pasangan Rabu (28/2/2018). Ke-250 pasangan tersebut memperbarui janji menggunakan senjata.(AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/SPENCER PLATT/Kompas.com)

Beberapa sosiolog dan peneliti gerakan agama baru telah menulis bahwa kepemimpinan Moon dalam Gereja Unifikasi didasarkan pada otoritas karusmatis.

Moon menikah dengan Hak Ja Han, istrinya yang ketiga, pada 11 April 1960, tak lama setelah Hak Ja Han berusia 17 tahun.

Pada 1990-an Moon mengunjungi beberapa negara bekas komunis, dan sebagian masih komunis. Pada 1990, ia mengorganisir suatu pertemuan besar antara pemerintah dan media di  Moskwa. Hal ini memenuhi janji yang pernah ia buat pada 1976 bahwa suatu hari kelak ia akan mengorganisir suatu “pertemuan besar untuk Allah di Moskwa.”

Pada konferensi ini,  yang bertepatan dengan peringatan ke-30 pernikahan mereka, Pdt. dan Ny. Moon bertemu dengan Presiden Mikhail Gorbachev. Mereka memberikan sejumlah wawancara bersama-sama, yang disiarkan di televise maupun di surat-surat kabar.

Moon pergi ke Korea Utara pada Desember 1991, dan bertemu dengan Presiden Kim Il Sung, yang pernah mengirimnya untuk disiksa dan melakukan kerja paksa di kamp tahanan.

Peranan Gereja dalam memproduksi amunisi

Anggota-anggota gerejanya bekerja dalam memproduksi amunisi di Korea Selatan pada 1960-an, seperti yang didokumentasikan dalam sebuah Laporan Kongres Amerika Serikat tentang Gereja Unifikasi dari 1978.

Menurut laporan yang sama, “A Moon Organization business” (Sebuah bisnis organisasi Moon) terlibat dalam pembuatan senjata dan “merupakan kontraktor pertahanan yang penting di Korea. Bisnis ini terlibat dalam produksi senapan M-16, senjata anti pesawat udara, dan berbagai senjata lainnya.”. Laporan ini juga mengatakan bahwa “yang sangat diprihatinkan adalah keterlibatan Organisasi Moon dalam produksi dan penjualan senapan-senapan M-16 serta senjata-senjata lain yang diberikan kepada Korea dalam program bantuan AS dan yang dikenai Akta Pengendalian Ekspor Senjata. Pada akhir 1977, para wakil Organisasi Moon berusaha merundingkan kembali kesepakatan ko-produksi antara Colt Industries dan pemerintah Republik Korea. Keadaan-keadaannya menunjukkan bahwa mereka adalah utusan-utusan rahasia pemerintah Korea yang, di bawah kesepakatan ko-produksi, mempunyai kontrol eksklusif terhadap produksi M-16. Meskipun pemerintah Korea mengatakan bahwa negara itu ingin memproduksi 300.000 tambahan M-16 karena kebutuhan untuk melengkapi pasukan-pasukannya sendiri, Organisasi Moon berusaha memperoleh persetujuan Colt untuk mengekspor senjata ke negara ketiga.”

Anak laki-laki keempat Moon, Kook Jin “Justin” Moon mendirikan Kahr Arms, sebuah perusahaan senjata ringan yang berbasis di  Blauvelt, New York  dengan pabriknya di Worcester, Massachusetts.

Moonies yang berbasis di Pennsylvania dipimpin oleh Hyung Jin Sean Moon, putra pendiri Gereja Unifikasi Sun Myung Moon dan merupakan kelompok anti-LGBT pendukung Trump yang memiliki pabrik senjata kecil. (Foto HO/NET)

Masa tahanan

Dia didakwa atas tuduhan penghindaran pajak di AS pada 1981 dan menjalani hukuman 11 bulan penjara. Pada 2008, Moon menyerahkan kendali gereja unifikasi yang didirikannya kepada putra bungsunya, Hyung Jin Moon. Tapi anak Moon itu kemudian memisahkan diri dan kemudian membentuk organisasi yang disebut Gereja Sanctuary. Perpecahan ini terjadi setelah Hyung Jin Moon berselisih dengan ibunya, Hak Ja Han, yang sekarang mengendalikan gereja unifikasi.

Lawan-lawannya sering mengutip kenyataan bahwa Moon pernah dipenjarakan dengan tuduhan-tuduhan pelanggaran pajak dan telah dilarang berkunjung ke sejumlah Negara sebagai bukti bahwa ia bukan seorang pemimpin agama yang sah. Para pendukung Moon menolak masa penahanan dan larangan bepergian itu sebagai contoh penganiayaan, sambil mengatakan khususnya bahwa  Yesus sendiri juga dianiaya dan akhirnya dihukum mati oleh pemerintah Roma.

Beberapa komentator, termasuk wartawan independen Amerika Robert Parry, pernah mengatakan bahwa Moon, meskipun ia tidak pernah mencalonkan diri untuk suatu jabatan politik, mempunyai sejarah yang panjang dalam memberikan sumbangan politik melalui berbagai organisasi seperti misalnya Federasi Perempuan untuk Perdamaian Dunia dan Yayasan Washington Times, dengan uangnya yang mengalir melalui kelompok kanan keagamaan  khususnya.

Pada pertengahan 1990-an bekas Presiden Amerika Serikat George HW Bush menerima jutaan dolar dari Federasi Perempuan untuk Perdamaian Dunia yang berafiliasi dengan Moon atas namanya di seluruh dunia, sebuah fakta yang dimanfaatkan Moon dalam berbagai medianya.

Han Hak-ja, janda pendiri Gereja Unifikasi, Pendeta Sun Myung Moonof Moon, duduk di sebelah peti jenazah Moon dalam upacara pemakaman di Gapyeong, luar kota Seoul (15/9/2012). (Foto HO/NET)

Pada Juni 2006 Houston Chronicle melaporkan bahwa pada 2004 Yayasan Washington Times memberikan AS$1 juta kepada Yayasan Masyarakat Houston Raya, yang memberikan sumbangan kepada Perpustakaan Presiden George HW Bush. Seseorang yang digambarkan sebagai “detektif elektronik Virginia yang bernama Larry Zilliox” oleh wartawan Rick Casey mengatakan bahwa hal ini dimaksudkan untuk melobi anak Bush Presiden George W Bush agar memberikan pengampunan kepada Moon atas pelanggarannya dalam kasus pajak pada 1982.

Pada 2006 Parry melaporkan bahwa Moon mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keluarga Bush dan dengan demikian ia mempunyai pengaruh tak langsung terhadap pemerintah Amerika Serikat.

Moon barangkali adalah salah satu pemimpin agama yang paling controversial. Ia telah banyak dikritik. Beberapa tokoh kebebasan sipil menganggap seruannya untuk mempersatukan agama dan politik sebagai pelanggaran dari pemisahan antara agama dan negara dalam sistem demokrasi, dan bahwa ia akan menghancurkan individualisme. Namun, organisasi kebebasan sipil terkemuka di Amerika Serikat, Amerika Civil Liberties Union mengajukan suatu amicus curiae yang mendukung Moon dalam kasus pajaknya.

Penulis: Intoniswan dari Berbagai Sumber

Tag: