aa
Diskusi pematangan program dengan Planete Urgence (PU) di kantor PU, Sesukamu,  dan kampung Muang Ilir dan assestment dengan pengrajin manik untuk kemungkinan lanjutan komponen program pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Foto: GMSSSKM)

SAMARINDA. NIAGA.ASIA-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus (GMSSSKM) menandatangani Partnership Agreement dengan Planete Urgence (PU) untuk program berjudul ‘Restoration of Karang Mumus River Ecosystem in Muang Ilir Sub-Village Lempake, North Samarinda Sub-District, Samarinda City’.

“Perjanjian kerja sama ditanda tangani Ketua GMSSSKM, Misman dengan  General Manager Planete Urgence, Thomas Boisserie pada hari Kamis lalu (2/8/2018),” kata Advisor GMSSSKM, Yustinus Sapto Hardjanto pada Niaga.Asia, Minggu (5/8/2018>

Planete Urgence (PU) adalah NGO Perancis untuk solidaritas internasional yang didirikan pada tahun 2000.  PU mendukung inisiatif masyarakat dengan menyediakan dukungan keahlian, keterampilan dan pendanaan. Bekerja di Indonesia sejak tahun 2003 untuk mendukung peningkatan kapasitas partner lokal dan dukungan pendanaan lewat program relawan (expert dari Perancis) dan program lingkungan, serta pembangunan. “Sejak tahun 2012, PU bekerja di Kalimantan Timur di wilayah Delta Mahakam lewat penanaman mangrove dan dukungan peningkatan penghidupan berkelanjutan untuk masyarakat miskin (menderita),” kata Yustinus.

aa
Planete Urgence

Kerjasama antara PU dan GMSS SKM dimulainlewat komunikasi dan interaksi sejakntahun lalu.   Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk berkontribusi pada restorasi ekosistem SKM. Dengan tujuan khusus; Pertama;  Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat ekosistem SKM. Kedua;  Menanam pohon spesies lokal untuk merestorasi ekosistem SKM dengan partisipasi aktive para pihak terkait.

Adapun aktivitas utama dalam program ini adalah; Pertama; Melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat serta pihak terkait lainnya. Kedua; Sosialisasi penanaman pada masyarakat muang ilir. Ketiga; Kampanye/pendidikan lingkungan pada anak sekolah. Keempat; Kampanye/pendidikan pungut sampah di kota. Kelima; Pengembangan material komunikasi, informasi dan edukasi untuk mendukung restorasi ekosistem SKM.

Keenam; Mengembangkan rencana teknis penanaman. Ketujuh; Renovasi bedeng pembesaran bibit (nursery). Kedelapan; Penanaman 10 ribu pohon diarea jalur hijau/riparian yang rersegradasi. “Kegiatan akan berlangsubg selama 6 bulan dari Agustus 2018 hingga Januari 2019,” ujar Misman menambahkan.

Dalam kerja sama dengan GMSSSKM, PU akan berkontribusi pendanaan sebesar Rp58.000.000,oo. Peruntukannya, untuk  Manajemen Rp17.400.000,oo dan  Project Activity Rp 41.100.000,oo.

Menurut Yustinus, hasil yang diharapkan atau dicapai lewat  program kerj sama dengan PU adalah terlaksana dua sosialisasi penanaman pohon untuk warga Muang (diikuti oleh 20 prang), kampanye lingkungan untuk anak sekolah 2 kali. Kegiatan oubgut sampah di kota satu kali diikuti sekurangnya oleh 30 orang.

Kemudian pengadaan 10 papan kampanye (poster) terpasang di lokasi penanaman.  Rencana tehnis penanaman. Pembuatan satu bedeng yang layak untuk penyediaan bibit,. Penyediaan  10 ribu bibit spesies lokal yang siap tanam dan paling tidak 20 warga Muang berpartisipasi menaman dan 10 relawan dari kelompok lain.

“Mohon dukungan dari semuanya agar kegiatan ini bisa berjalan lancar dan membantu tercapainya cita cita kita bersama menuju SKM yang Bersih dan Sehat,” ujarnya. Publikasi kerja sama GMSSSKM dengan PU ini bagian dari komitmen dari GMSSSKM terkait dengan keterbukaan dan akuntabilitas keuangan ke publik.  (001)

 

Berita Terkait