aa
Aktifitas GMSSSKM bersama pelajar dan masyarakat memungut sampah di Sungai Karang Mumus. (Foto GMSSSKM)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSSSKM) Samarinda, Kalimantan Timur kembali menerima penghargaan Tahun 2018 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

Penghargaan yang diterima GMSSSKM Tahun 2018 ini adalah kategori penghargaan yang diberikan kepada Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tingkat Nasional berkaitan dengan Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia Tahun 2018.

Dalam Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor:423/KPTS/M/2018 disebutkan, ada 6 KPS menerima penghargaan di Tahun 2018. Selain GMSSSKM, lima penerima penghargaan lainnya adalah KPS Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung) Provinsi di DKI Jakarta, KPS Tukat Bindu di Bali, KPS KMPS Ibra di Nusa Tenggara Barat (NTB), KPS Ecoton di Jawa Timur, dan KPS KOMUNItas Sungai Putat Pontianak, Kalimantan Barat. “Penerima penghargaan adalah KPS yang  selama ini telah bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai di masing-masing daerah,” kata Sekteraris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Muhammad Arsadi,

SK Menteri PUPR yang menetapkan GMSSSKM Samarinda penerima penghargaan tersebut diberitahukan tertulis yang ditanda tangani Sekteraris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Muhammad Arsadi, tanggal 4 Desember 2018, dan saliannnya diterima Ketua GMSSSKM Samarinda, Misman, hari Kamis (6/12).

Misman menerangkan, pengharagaan akan diserahkan Menteri PUPR hari Jumat (7/12) pukul 18.15 WIB di Auditorium Kementerian PUPR di Jalan Pattimura, Jakarta. “Dalam acara itu juga akan diputarkan kegiatan masing-masing KPS dihadapan para undangan,” kata Misman. “GMSSSKM mengutus Krisiyanto menerima penghargaan,” ungkap Misman.

GMSSSKM adalah lembaga swadaya masyarakat yang diprakarsai Misman, kemudian dijadikan badan hukum dengan pendirinya sejumlah wartawan anggota PWI Kaltim, warga masyarakat di Jalan Abdul Muthalib, dan Saefuddin Zuhri, anggota DPRD Kaltim, pada Januari 2016. Pada lomba peduli sungai tingkat nasional di tahun pertama berdirinya,  kemudian di tahun 2017, dan  tahun 2018, GMSSSKM selalu menerima penghargaan.

aa
Aktifitas GMSSSKM bersama masyarakat menghijaukan dan merawat pohon yang sudah ditanam di riparian Sungai Karang Mumus (Foto GMSSSKM)

Dalam upaya membersihkan Sungai Karang Mumus dari sampah, GMSSSKM mendirikan pangkalan pungut di Jalan Abdul Muthalib Samarinda. Dengan peralatan yang lengkap, baik perahu dan alat kerja lainnya, konsentrasinya adalah memungut sampah di permukaan sungai, lantai sungai, dan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah.

Kemudian GMSSSKM juga mendirikan Gemmpar (Gerakan Masyarakat Merawat Parit), Sekolah Sungai Karang Mumus di Muang Ilir, Lempake, penghijauan riparian SKM, pembibitan pohon asli SKM, dan kini sedang menyiapkan kawasan untuk berkemah di Muang. Melakukan kerja sama engan masyarakat Muang dalam merawat sungai.

GMSSSKM selain bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, pada September lalu juga menanda tangani kerja sama dengan NGO dari Prancis, Planete Garantie, sejumlah Fakultas di Universitas Mulawarman, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya yang peduli lingkungan. GMSSSKM juga mendapat bantuan teknis dari alumni Fakultas Kehutanan Unmul, aktivis lingkungan, Yustinus Sapto Hardjanto. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *