Warga binaan Lapas Nunukan sedang membatik (Foto : Istimewa)

TARAKAN.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H Irianto Lambrie mengapresiasi Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid dan Kepela Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan, Pujiono Slamet yang telah saling mendukung menjadikan Lapas Nunukan sebagai pilot proyek (percontohan) asimilasi dan edukasi di Kaltim-Kaltara.

Hal itu dikatakan Irianto Lambrie usai bertemu dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham RI, Sri Puguh Budi Utami di Ruang VIP Bandara Juwata Tarakan, Jumat (14/2/2020), saat menjemput kedatangan Gubernur Bank Indonesia (BI),  Perry Warjiyo dalam rangka menghadiri pengukuhan Kepala KPw BI Provinsi Kaltara dan pelantikan pengurus ISEI Provinsi Kaltara di Ruang Pertemuan Gedung KPw BI Kaltara.

Dirjen PAS di Kaltara dalam rangka meresmikan sarana asimilasi dan edukasi sebagai terobosan dalam lembaga pemasyarakatan untuk mengurai kepadatan yang terjadi didalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Nunukan, Kamis (13/2/2020) kemarin.

“Sarana ini juga sebagai bentuk implementasi dari Permenkumham RI No. 35/2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan,” kata gubernur.

Pembinaan narapidana di Lapas akan diklasifikasikan menjadi Lapas Super Maximum Security, Lapas Maximum Security, Lapas Medium Security, Dan Lapas Minimum Security.

“Saya selaku Gubernur, memberikan apresiasi kepada Bupati Nunukan dan Kalapas Nunukan yang sudah menerapkan strategi ini. Semoga hal ini menjadi salah satu jalan untuk mengatasi kepadatan hunian di Lapas yang ada di Kaltara nantinya,” kata gubernur.

Lapas Kelas 2B Nunukan termasuk Lapas yang kelebihan penghuni. Lapas yang wajarnya diisi 320 narapidana kini ditempati 1.132  narapidana atau warga binaan, yang sebagain besar adalah napi terkait perkara narkotika. (adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *