Gubernur Kalimantan Utara, H Irianto Lambrie menjadi saksi nikah massal 40 pasangan suami-istri di Kantor Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Sabtu (7/3/2020) pagi. (Foto Infopubdok Kaltara)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H Irianto Lambrie menjadi saksi nikah massal 40 pasangan suami-itsri di Kantor Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Sabtu (7/3/2020) pagi. Isbat Nikah Massal ini merupakan bagian bakti sosial yang dilaksanakan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kaltara dan TP PKK Provinsi Kaltara bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Kaltara.

“Insya Allah kegiatan ini dapat bermanfaat, tak hanya bagi yang melakukan isbat tapi juga masyarakat Kaltara. Saya ucapkan selamat kepada pasangan yang sudah melakukan isbat nikah kali ini. Mari ambil hikmah dari kegiatan ini,” ajak gubernur kepada pasangan suami istri dan undangan.

Menurut gubernur, hikmah pertama, isbat dapat menjadi penentu apakah seseorang akan masuk ke surga atau neraka. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Hikmah kedua, akad nikah bagi umat Islam, menjadi bagian penting dari kehidupan hingga di akhirat kelak. Juga menjadi bukti sahnya pernikahan secara agama dan hukum positif di Indonesia.

Hikmah ketiga, lanjut gubernur, pernikahan seharusnya tidak didasarkan pada nafsu belaka. Pernikahan harus didasarkan pada dasar rasa suka sama suka, bukan dijodohkan dan harus bersandar pada ibadah kepada Allah SWT.

“Dari itu, jangan menikah dengan mengedepankan seremonial semata,” ucapnya.

Pasangan nikah massal langsung dapat buku nikah yang diserahkan gubernur dan istri. (Foto Infopubdok Kaltara)

Hikmah keempat, rumah tangga ibaratnya sebuah kapal yang kokoh. Jangan sampai terhenti di tengah jalan karena permasalahan dan kesulitan apapun. Harus mampu mengarungi kehidupan dengan bekerja keras yang berpegang pada ketentuan agama.

“”Mesin” yang ada didalam rumah tangga harus terpelihara baik sehingga rumah tangga mampu berjalan dengan baik. “Bahan bakar” didalam rumah tangga harus dipastikan terisi atau terpenuhi,” kata gubernur mengibaratkan.

“Nikah masal tak hanya di Nunukan, kegiatan ini akan dilakukan di setiap kabupaten/kota se-Kaltara,” ucap gubernur.

Haul Tuan Guru Ijai

Sebelumnya, Jumat malam, gubernur bersama rombongan jajaran Pemprov utamanya yang beragama muslim menghadiri majelis yang diberkahi Allah SWT, Majelis al-Habsi di Masjid Al Huda, Jalan Ahmad Yani RT 07 Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.

Acara ini dirangkaikan dengan peringatan Haul Tuan Guru KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau lebih dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul atau Guru Ijai. Beliau lahir pada 27 Muharram 1361 Hijriah atau 11 Februari 1942 Masehi.

“Majelis seperti ini, sedianya harus membuat kita lebih mawas diri. Karena zaman sekarang, sangat sulit menentukan atau memastikan aslinya jatidiri seorang. Zaman sekarang juga sangat didekati dengan bencana. Salah satunya, munculnya wabah wirus Corona.Dari wabah ini, sebenarnya dapat dipelajari juga, bahwa kita tidak dapat menampikkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT,” kata gubernur.

Untuk itu lah,  ujar gubernur, sudah semestinya umat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdoa dan memohon kepada-Nya, agar kita dihindarkan dari segala musibah dan bencana. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *