aa
Menteri Kominfo, Rudiantara, Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie, Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura , dan pelajar di acara Peluncuran Program Digital Perbatasan se-Indonesia di Nunukan, Sabtu (31/8/2019). (Foto Infopubdok Kaltara)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sangat luas, 72.275 km2, topografi bergunung-gunung, posisinya sangat strategis, berhadap-hadapan wilayah daratan dan perairannya dengan negara Malaysia kini memasuki era baru dengan diluncurkannya Program Digitalisasi Perbatasan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara di Nunukan, Sabtu (31/8/2019).

Masuknya program digital ke Kaltara bisa  sebagai penopang komunikasi dan persatuan Indonesia dengan rakyat Kaltara yang jumlahnya mendekati angka 700 ribu jiwa, terutama dengan rakyat  di pedalaman dan perbatasan. Saat dari 479 desa/kelurahan di Kaltara sebanyak 71,6% atau 343 desa/kelurahan sudah terhubung dengan internet.

“Kita harus bertransformasi, berimigrasi ke teknologi digital, karena mahalnya teknologi analog dan demi efisiensi spektrum frekuensi. Saat ini, 112 negara sudah beralih ke teknologi digital,” kata Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie menanggapi masuknya Program Digital Perbatasan ke Kaltara tersebut.

baca juga:

Menkominfo Luncurkan Program Digitalisasi Perbatasan di Nunukan

Didampingi Gubernur, Menkominfo Cek Akses Internet di Krayan

Digitalisasi Perbatasan Malaysia di Nunukan Ditopang 187 BTS Telkomsel

Menurut gubernur, Kaltara sudah memilliki 409 unit menara BTS yang tersebar di kabupaten dan kota. Pendanaannya berasal dari APBD juga APBN. Dengan adanya menara telekomunikasi tersebut, akan mempermudah masyarakat menikmati layanan telekomunikasi seluler.

“Saya berharap dengan adanya menara BTS akan semakin mempermudah masyarakat melakukan layanan telekomunikasi via telepon seluler,” ujarnya.

Selain itu, dari 479 desa atau kelurahan di  4 kabupaten dan 1 kota di Kaltara, 343 (71,6%) telah terlayani jaringan telekomunikasi nirkabel (internet), di antaranya, Nunukan 223 desa, Malinau 104 desa, Bulungan 67 desa, Tarakan dan Tana Tidung masing-masing 20 desa/kelurahan.

“Banyak manfaat diperoleh dari penerapan program ini, salah satunya efisiensi penggunaan frekuensi. Selain itu, frekuensi siaran analog yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah untuk kepentingan pertahanan keamanan negara. Utamanya, bagi TNI/Polri serta untuk kepentingan penanganan kebencanaan,” kata gubernur.

Irianto sebagai Gubernur Kaltara mengatakan, sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas upaya pemerintah pusat melalui Kemenkominfo untuk meluncurkan siaran digital bagi masyarakat di perbatasan.

“Ini juga sejalan dengan upaya pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia. Kelak, masyarakat perbatasan pun mampu menerima informasi yang sama dengan masyarakat perkotaan,” kata gubernur. (001)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *